“Indonesia” di Cornell


Saya belum pernah ke Cornell, tapi orang-orang Cornell rajin ke Indonesia selama lebih dari 40 tahun. Mereka, seperti James Siegel dan Ben Anderson, datang ke Indonesia untuk mencatat. Mereka lalu mempublikasikan temuan-temuannya dalam jurnal. Yang mereka catat adalah cerita seseorang, perkembangan pemikiran, keunikan budaya, kekacauan politik dan lainnya. Hampir semua aspek politik, budaya dan sosial di-potret oleh kacamata ilmuwan. Di sini, peralatan sosiologi mesti telah dikuasai dan pemakaian bahasa yang rapi dan sistematis adalah keharusan. Mencatat suatu kejadian atau fakta dalam bahasa Indonesia memerlukan keterampilan sendiri, karena bahasa ini dibentuk oleh Melayu (yang diperbarui) dan absorbsi pelbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Belanda dan Sanskrit.

Catatan dalam bentuk jurnal itu dapat ditemukan di sini: INDONESIA

Melanjutkan tulisan saya Indonesianis beberapa waktu lalu saya menduga dua hal mengenai para Indonesianis kita ini: (ijinkan saya meminjam kutipan dari buku Orientalism – Edward Said) bahwa

The East is a carrier

They cannot represent themselves, they must be represented

Dunia timur menjanjikan karir di dunia akademis barat dan mereka sadar bahwa orang Indonesia kurang mampu menceritakan dirinya, jadi mesti dibantu dalam penceritaan. Benarkah? Entahlah…