Orang Jawa di Singapura


Sejarah (1825 – 1985). Sejumlah orang Jawa didatangkan ke Singapura sejak 1825 [Johari, 1965]. Mereka berasal dari Jawa Tengah, dan mereka dipekerjakan sebagai buruh di perkebunan karet, jalur kereta api dan konstruksi jalan raya. Kampong Jawa, di tepi sungai Rochor, adalah tempat pemukiman pertama orang Jawa di Singapura. Selain Kampong Jawa, Kallang Airport Estate dikenal sebagai tempat pemukiman orang Jawa juga. Di Kallang, mereka hidup berdampingan dengan orang Melayu dan Cina.

Menurut Lockard [1971], orang Jawa di Kampong Jawa tumbuh dari 38 orang pada 1825 hingga 5885 orang di tahun 1881. Puncak pendudukan orang Jawa adalah tahun 1931 dimana hampir 170000 orang Jawa tinggal di Singapura. Selang 16 tahun, jumlah orang Jawa menurun drastis dari 169311 pada 1931 hingga 24715 pada 1947. Penyebabnya

(1) depresi ekonomi yang mendorong berdirinya perkebunan skala kecil dimana mereka tidak lagi menggunakan buruh

(2) meningkatnya kondisi ekonomi buruh

(3) tekanan internasional yang memprotes perburuhan.

Bahasa Jawa. Data tahun 1985 menunjukkan bahwa sekitar 800 dari 21230 (3.8%) orang Jawa di Singapura masih melestarikan bahasa Jawa. Orang Jawa di Singapura lebih fasih berbahasa Melayu. Bahasa Jawa masih dilestarikan oleh generasi tua dan menularkan beberapa kosakata kepada anak-cucunya. Bahasa Jawa bukan alat komunikasi yang umum karena pengaruh budaya Melayu cukup kuat. Di samping asimilasi dengan budaya Melayu itu, bahasa Jawa memiliki tiga tingkatan (ngoko, ngoko alus, kromo inggil) sehingga “agak” mempersulit pembelajar bahasa Jawa. Lingkungan non-Jawa barangkali lingkungan yang tidak kondusif untuk belajar bahasa Jawa; hal ini juga terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Jakarta. Di Singapura, pada akhirnya, bahasa Jawa menjadi langka.

Melayu logat Jawa (Pertengahan 2005). Di sebuah kedai prata, selatan NUS – Clementi, saya ngobrol dengan seorang waiter. Ia berasal dari Johor, dan berumur sekitar 40an. Ia bercerita tentang masa lalu: seorang pemuda Jawa datang ke Singapura tahun 1950an, lalu menatap di Johor Bahru. Pemuda ini menikah dengan perempuan Melayu. Meski demikian, pemuda ini tetap mempraktikkan bahasa Jawa di rumah. Jawa menjadi alat komunikasi di rumah, selain bahasa Melayu. Pemuda ini adalah ayahnya.

Dibesarkan di Malaysia dan berbahasa Melayu dengan lancar, awalnya saya rasa dia tidak akan bisa berbahasa Jawa. Tapi sungguh mengejutkan: dia bisa! Dan itu kali pertama saya mendengar bahasa Jawa dengan aksen melayu!

Email Krama Inggil (Awal 2005). Seseorang mengirimi saya e-mail dan memberikan komentar dalam artikel “Apakah Jawa itu?“. Ia menulis dalam krama inggil (bahasa Jawa halus yang biasanya dipakai ketika kita bercakap-cakap dengan orang yang lebih tua atau dengan orang yang lebih dihormati). Saya terpukau dengan bahasa Jawanya. Meski ia warga Singapura, ia masih mampu berkomunikasi dalam kromo inggil. Saya jarang menggunakan krama inggil. Jadi, ketika membaca email-emailnya, saya berusaha menjejak setiap kata, mengartikan sepotong-sepotong dan membalas emailnya dengan bahasa campuran ngoko alus dan krama inggil.

“Oh, bahasa Jawa masih “bernafas” di Singapura” batin saya.

Bahasa Jawa menduduki peringkat 12 sebagai bahasa yang paling banyak dipakai di dunia – dipakai oleh lebih dari 75.5 juta orang yang tersebar di Indonesia, Malaysia, Singapura, New Caledonia dan Suriname.

Pustaka

– Abdul Aziz Johari, Javanese People in Singapore, Academic Exercise, Dept. of History NUS, 1965.

– Craig A. Lockard, The Javanese As Emigrant: Observations on the Development of Javanese Settlements Overseas, Cornell Southeast Asia Program, April 1971.

7 thoughts on “Orang Jawa di Singapura

  1. kakek nenek saya punya kerabat di malaysia yang datang sebelum 1945. sampai sekarang anak cucu dari masing-masing keluarga ada yang masih membina hubungan kekerabatan.
    HUMAM
    desa Plangkapan
    tambak
    Kabupaten BAnyumas jawa /tengah

  2. Sebetulnya, masyarakat di nusantara, yang kini lebih dikenal dengan ras melayu, berasal dari jawa.. Bahkan di Madagaskar, banyak penduduknya yang mengaku nenek moyangnya berasal dari jawa.. Mereka mengatakan, orang jawa datang ke Madagaskar, sejak abad pertama masehi.. Itu sudah diselidiki para ahli sosiologi dari Belanda, Australia, AS, Inggris, Jerman, dan Indonesia sendiri (Sutan Takdir Alisyahbana)..

    Jadi kalau ada yang bertanya, sejak kapan orang jawa ada di singapura ? jawabannya… ya sejak daratan nusantara masih menjadi satu dan sejak daratan nusantara terpisah…

    Catatan orang jawa pertama kali datang ke singapura th 1825, merupakan catatan Inggris, saat pertama kali membawa para budak dari jawa untuk diperkerjakan sebagai buruh perkebunan..

  3. Halo rif, salam dari jakarta. Seperti waktu kejawaan berlalu seiring pulsa yang semakin murah. Di pedesaan jawa tempatku hampir setiap rumah sudah ada tvnya, rumah-rumah joglo sudah pakai cor dan tembok, anak-anak nongkrong main PS yang mana tidak ada satupun yg sejalan dengan pelestarian kromo inggil dll. Tapi bagaimanapun itulah jawa dan dinamikanya. Yaitu bahwa masyarakat jawa itu sadermo nglakoni kersane gusti yakni mengikuti perubahan zaman. Sampai jumpa kapan2.

  4. Saya orang jawa Johor. Nenek moyang saya berasal dari iNdonesia sebelum malaysia merdeka lagi. namun emak dan bapak saya lahir di Johor. Jadi saya anak Jawa Johor. Saya sangat sayang dengan bahasa ibunda saya ini. Sayang generasi sekarang telah mula melupai bahasa jawa ini. Malahan adik adik dan saudara terdekat telah tidak pandai bertutur dalam bahasa jawa lagi. Saya takut jika jawa di Johor akan lupus suatu hari nanti. Kepada keturunan jawa, marilah kita sama-sama menjaga agar bahasa jawa ini tidak lupus di makan zaman.

  5. Hanan terhormat di Johor.. Jangan takut bahasa jawa akan hilang, krn bahasa jawa itu memang akan terus mengalami perubahan.. Bahasa Indoensia pun demikian.. Akan terus berubah.. Bahasa jawa tak akan punah, karena memang akan banyak yang mendalami..

    Tp yg pasti, seperti yg disampaikan R 2, org jawa memang pandai menyesuaikan diri.. Lihat saja, buktinya, org jawa juga telah mampu membentuk etnik baru spt yang ada di nusantara saat ini..

    Di madagaskar saja, orang jawa mampu membentuk suku sendiri yg hampir berbeda dengan org jawa di nusantara..

  6. Sekitar sejam yang lalu, saya ngobrol dengan salah satu tukang bangunan yang bekerja di rumah, katanya pada sekitar tahun 1970an (masih umur 5 tahunan) pernah membaca surat dari pakde mbarep yang katanya menikah dengan orang singapura, karena keterbatasan dan lain hal surat tersebut belum sempat di balas dan sekarang raib entah di mana?
    Sampai sekarang ini belum nyambung lagi dan tidak ada kabar lagi… Di surat itu menyebutkan sudah punya dua anak perempuan.

    Saya hanya berpesan agar menelusuri silsilah keturunan baik dari pihak bapak atau ibu agar jika suatu saat nyambung dengan warga Indonesia di perantauan bisa dicocokan. Termasuk asal daerah dan tahun keberangkatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s