Bekupon


Di Singapura, (katanya) 80% keluarga hidup di HDB flat. HDB ini badan pemerintah yang mengurusi perumahan rakyat. Di Indonesia HDB ini barangkali mirip dengan Perumnas. Pemilik HDB flat memiliki rumah, tapi tak memiliki tanah. Bilik dibatasi oleh dinding. Kemudian tetangga ditumpuk di atas dan di bawahnya. Lalu disediakan lift supaya tak penat naik turun tangga, terutama jika flat-nya sampai 30 lantai. Air dan listrik tersedia (kemudian disebut “PUB” alias Public Utility Board). Tapi jangan lupa bayar tiap bulan.

Enam bulan pertama di Singapura saya hidup di HDB flat. Lewat sebuah agen perumahan (calo atau makelar), saya mendapatkan rumah itu.Bangunannya lama, dan lift hanya berhenti di lantai 1, 6 dan 11. Total 12 lantai. Kanan-kiri flat dilingkupi pohon rindang. Jadi, kadang ada burung jalak (Tiong bird) atau gagak yang bertengger di jendela. Ruangannya sungup alias gelap berlembab. Arah bangunan tak utara selatan, jadi tak kebagian matahari. Angin lumayan kencang. Bila hujan tiba, dan lupa menutup jendela, beceklah dapur dan kamar.

Kini saya pindah ke HDB flat di wilayah lain. Lebih bersih, lebih baru, dapat banyak matahari dan angin. Daerahnya seperti pinggir kota. Ayah saya bilang: “Iki luwih sepi timbang Bondowoso.” Tapi saya suka tinggal di sini. Memang mirip Bondowoso, tapi supermarket (plus kedai kopi, ATM) tinggal selemparan batu (dengan syarat nglemparnya harus kayak nglempar granat ~ 100 m).

Mari loncat ke Surabaya. Ketika kecil saya sering ke tempat paman di tengah kota Surabaya. Rumahnya kecil dan berdempetan dengan tetangga lain. Maklum, rumahnya model kampung. Di sana, banyak sekali orang memelihara burung merpati. Sebagian dipelihara untuk kontes. Burung-burung itu dipelihara dalam rumah kecil di atas tiang, dan dikenal dengan nama bekupon. Nama lainnya pagupon. Kadang ada yang tumpuk-tumpuk 3 lantai.

HDB flat ini mirip dengan bekupon. Tapi tentu lebih canggih: penghuni flat lebih pandai internetan. Tinggal di condo hampir tidak ada beda. Kecuali mereka punya sarana olahraga seperti kolam renang dan gym. Selebihnya ya ditumpuk. Kalau merpati bisa ngomong dan punya anatomi mirip manusia, barangkali dia juga mesti bayar PUB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s