Aku dan Meneer Janssens


Pagi itu aku murung: ayah-ibuku mati tertabrak lori. Air mataku menetes, lalu diseka Meneer Janssens, bekas majikan orangtuaku. Pada umur 11 tahun itu, aku diasuh Meneer: ini semacam privilege yang aku bayar dengan menjadi jongosnya.

Enam tahun kemudian, Meneer mengirimku ke Amsterdam. “Pendidikan adalah bekal untuk mandiri, ” pesannya. Di sana, aku belajar ilmu hukum di sebuah universitas. Setelah lulus, aku bekerja di sebuah firma hukum. Karena inlander, upahku rendah. Namun aku betah di Belanda: sebuah negeri yang berbeda dari Jawa, di mana sistem berjalan tanpa cambuk rotan.

Suatu sore aku mendapati surat Meneer: “Tole, pulanglah segera.” Alasannya tak jelas, tapi aku tahu bahwa Meneer memerlukan aku di Jawa. Balasan suratku mungkin menyakitinya: “Meneer, aku tak ingin pulang, karena aku menyukai kehidupan Belanda, dan aku memiliki perempuan idaman di sini.”

Beberapa hari kemudian, dugaanku benar: surat balasan Meneer membuat kita saling melukai. O, Meneer, bukan aku tak ingin membalas budi, tapi bisakah engkau membebaskan aku? Tak ada balasan. Lima tahun kemudian, aku pulang ke Jawa. Dalam pelukan rindu kami, Meneer berbisik: “Komunis di mana-mana, berhati-hatilah …”

Esoknya, aku melihat tubuh Meneer tak lagi bernyawa: ia kena serangan jantung.

Dua tahun kemudian, orang komunis diberangus, dipenggal, ditembak dan dibuang ke sungai. Bau anyir mayat mengundang mual. Aku tak mual, karena aku ada di antara tumpukan mayat-mayat itu.

Ringkasan: Eksistentialisme pada kedua kaki inlander (antara Timur dan Barat) ketika Indonesia masih Hindia Belanda dan kekacauan politik pada 1960an. Bagian dari Flash Flash Flash! Kumpulan Cerita Sekilas, Penerbit Gradien, 2006

One thought on “Aku dan Meneer Janssens

  1. pa kabar??
    kutemukan juga jejakmu, Mas..

    deuuh…pindah rumah nggak bilang2
    ariefindo.blogspot… kok undefinied..😀

    sibuk banget ya…
    nggak ngisi halamansatu ta?

    then..
    tulisanmu tambah bagus…
    jw timure medhok banget…:D

    Mas, aku ada di Jkt sekarang
    sejak JUli awal lalu

    Smg sukses selalu deh
    salam buat mba Tuti😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s