Konco


“Hidup” saya di kantor tinggal 7 hari lagi. Minggu depan, untuk terakhir kalinya saya duduk di sebuah cubicle yang selalu berantakan dengan bongkaran hard disk drive dan tumpukan paper. Hari itu saya bebas dari disorientasi riset yang selama ini menganggu saya. “Disorientasi” ini berasal dari kepemimpinan riset yang bobrok dan tak jujur. Kini saya sadar bahwa seorang bodoh yang jujur (secara intelektual terhadap diri sendiri) jauh lebih bermanfaat daripada seorang PhD yang sok tahu.

Yang saya ingat dari tempat ini adalah (1) pekerjaan saya, (2) orang-orang yang unik, (3) cerita lucu dan (4) insiden.

Yang nomor 2 sungguh berkesan. Di sini saya berjumpa dengan seorang peneliti senior yang gemar mengumpat. Umpatannya dilafalkan dalam beberapa bahasa: Inggris, Mandarin, Hokkien, Melayu. Karena sangat mengimani metode eksperimental, ia seolah menuhankan hasil eksperimen.

“There is only one true result, and it is only obtained by experiment,” demikian kira-kira kalau perilakunya difirmankan.

Saya yang orang simulation sungguh beruntung diajak bergabung dalam timnya: saya bisa belajar bagaimana eksperimen dilakukan, nama-nama peralatan, akurasi, trik dan analisis data. Memang tidak mendalam, tapi cukup mendapat dasar dalam melihat “seberapa benar” suatu eksperimen dilakukan. 

Di luar diskusi riset yang biasanya bersemangat, ia selalu bercerita mengenai pengalamannya ikut wajib militer. Selama 22 tahun ia pulang pergi ke barak setiap beberapa waktu untuk memenuhi panggilan tugas. Kini ia tak dipanggil lagi karena sudah 40 tahun. Ia tak disukai oleh beberapa peneliti lain lantaran sering mengumpat, konfrontasi dengan suara bising, menang sendiri. Seorang mengatakan bahwa ia mengidap inferiority complex. Waduh … panganan opo iki? Maksudnya … karena ia tak mampu secara finansial dan intelektual (padahal ia PhD lho … tapi masih ada aja yang bilang ia kurang canggih), ia menggunakan kata-kata dan sikap kasar dalam berkonfrontasi. Di luar itu, bagi saya, ia adalah teman baik yang selalu punya cerita ketika mampir di cubicle saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s