SF dan Sepupu


Kota San Francisco ternyata kecil! Luasnya kira-kira 7 x 7 mil^2. Ia disusun oleh blok persegi sempurna, dan dipenuhi townhouse yang sempit. Menuju ke perimeternya, jalan mulai menanjak, dan ikon “tram” — kereta kuno yang masih kuat — berkeliaran naik-turun. Relnya membelah jalan raya yang sudah sempit, dan penumpang bergelantungan. Kota ini tak dipenuhi gagasan ilmiah atau teknologi seperti halnya San Jose atau Santa Clara, tapi lebih menyerupai objek wisata dengan landmark yang memikat seperti Golden Gate. Lanjutkan ke Pier 39, Union Square, Market Street, SoMA (South of Market), City Light Bookshop, Golden Gate, Chinatown, etc.

Hari Sabtu saya berjumpa dengan seseorang yang berwajah sangat Indonesia, berkacamata, bernama Jawa dan masih senyap. Dua belas tahun tak begitu mengubah wajahnya, tapi ia nampak lebih kurus. “Harus menjaga pola makan, karena punya darah tinggi,” begitu katanya. Ia tak bisa bahasa Indonesia (dan Jawa!) meski orangtuanya bercakap-cakap dalam dua bahasa itu. Singkat kata: americanized. Malam itu saya bermalam di tempatnya; sebuah rumah tiga tingkat, tak banyak barang kecuali dalam ruang kerja dan kamarnya yang sedikit berantakan. Ia pecinta gadget. Pernah membuat perusahaan sendiri bersama kawan-kawannya, lalu dijual ke Sapient Corp., dan berhenti setelah 1 tahun bekerja di sana. Alasannya: tak cocok dengan gaya kerja orang-orang corporate. 

Ketika ngobrol di cafe, ia banyak bertanya mengenai Singapura. “Bagaimana kalian hidup di sebuah negeri di mana permen karet dilarang dan menyebrang jalan sembarangan (jaywalking) dikenai denda?” begitu tanyanya. Saat itu juga saya merasa bahwa saya “berasal” dari sebuah negeri yang opresif, sekaligus komunistik di mana seseorang (sedikit banyak) ditentukan nasibnya oleh negara. “Kebebasan” jadi barang mahal, dan demarkasi antara Singapura dan Amerika dipisahkan oleh kata ini. Ah, sudahlah. Mengeluh adalah indikasi bahwa kita terjangkit penyakit Singaporean: tak pernah puas.

Dua hari itu saya senang sekali karena telah berjumpa dengan sepupu saya.    

3 thoughts on “SF dan Sepupu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s