2008: Ngapain?


Habis bakar sate di rumah Mas Indra PR. Trus tahun 2008 pengennya ngapain aja?

Target tahun 2008

  1. Olahraga! Ini supaya jantung sehat. Ingat pesan papa. Jangan tekad/niat mulu. Mesti dilakukan… beli raket badminton. Main di lapangan bawah.
  2. Hapalkan komponen HDD, problem and solutions-nya, dokumentasikan, lalu pelajari lagi. Kalau ada masalah, think think think. Lalu experiment, lalu diskusi. Setiap hari harus ada achievement, harus ada sesuatu yang baru untuk dipelajari. Ingat pesan buku Unmask Japan: kaizen! Biar kepake otaknya.
  3. Berkelana ke negeri yang tidak terkenal dengan keluarga kecil. Yang terkenal juga boleh, tapi jadi tidak unik sebenernya. Tuva? 😉
  4. Hubungi anak yang punya electric piano itu sebelum pulkam ke Indonesia. Jam session main lagu-lagu Antonio Carlos Jobim. Lemaskan jarinya, konsentrasi di depan partitur, biar koordinasi otak dan tangan tetap baik.
  5. Beli kamera yang agak pro. Belajar moto orang, jangan moto tumbuhan dan landscape aja. Soalnya bakal ada job nih!
  6. Kirim Ezra ke playgroup, biar kenal ma lebih banyak teman. Biar terekspos banyak bahasa.

Apalagi ya? Jangan kebanyakan, nanti gak sanggup.

Malam Tahun Baru 2008


31 Dec hari yang santai di kantor. Ada meeting, tapi ya masih sempat guyonan. Teman ada yang mengemukakan opini “Sulit sekali mengukur ketidakpastian spektrum getaran yang dialami equipment produksi – kadang frekuensinya tinggi, kadang rendah, arahnya juga berubah-ubah.” Boss juga menambahkan, “Betul sekali. Kondisi ketika membuat produk di San Jose beda banget dengan kondisi Singapura.” Saya (seperti biasa) menimpali: “Iya. San Jose punya gempa, Singapura gak punya kecuali kiriman dari Indonesia!” (baca cerita di postingan sebelumnya: Gempa di Silicon Valley). Ngakak semua. Mereka ingat, saya pernah ketakutan waktu terkena gempa di sana! Siaul.

Saya pulang cepat hari ini: 4.30pm. Boss bilang: “I will feel guilty when I left and I know that you are still here. Go hooooomeeeee … it’s new year’s eve!” Wah, dengar kayak gitu langsung aja saya masukkan barang ke tas dan bilang “OK I’m off!”

Habis itu saya dan pasukan (Mama Olit dan Ezra “Olit”) ke rumah Om Indra Pr di Signature Park. Ada acara BBQ buat Pak Budi Rahadjo dosen elektro (yang dulu kantornya di PAU Mikroelektronika lantai 2) yang kebetulan main ke Singapura nyambangi anak wedhoke. Ini kopdar blogger pertama yang saya ikuti.

Foto-fotonya bisa dilihat di Picasa-nya Mas Judhi dan Flick-nya Mas Indra Pr.

Cowok-cowoknya ngobrol di dekat BBQ pit. Mungkin supaya pulang ke rumah aroma sate masih nempel di baju. Udah itu tinggal ambil nasi putih, nyium-nyium baju, lalu ngemplok nasi. Ya lumayan, seolah-olah seperti sambil makan sate gitu lah … he he. Btw, satenya Mbak Hany enak dan langka. Di Singapura mana nemu sate khas Indonesia seperti itu. Bumbunya simple. Saya sempat dikasi bocorannya. Patut dicoba. Kalau gagal, berarti memang tangan saya dengan tangan dia beda temperatur: tangan dia lebih “dingin” 🙂

2152791264_f8c26c7a80.jpg