Kemprit


Tanggal 14 Januari saya menerima sms:

Breaking news: fridia udah kawin sama arief, sabtu 12jan pk16 di kapel ursulin, tanpa ngundang2, jd sorry ya? doain aja …

Padahal dia ngundang saya sebulan lalu; supaya saya pergi ke Bandung menghadiri perkawinan dia. Tapi sayang saya tidak bisa hadir. Akhirnya saya telpon dia setelah nrima sms itu. Bilang “selamat sudah menjadi seorang istri sekarang”, lalu ngobrol sebentar dengan dia, plus dengan suaminya Mas Arief (aduh nama kok pasaran ya hehe). Dengan suaminya, saya malah ngobrol komputer Asus yang mau dia beli. Hehe.

Mbak Fridia … perempuan Tionghoa ini barangkali 8 tahun lebih tua dari saya. Ia seorang psikolog khusus anak-anak autis. Ia tinggal di Bandung bersama maminya. Ia penggemar seni, teh, buku dan ngobrol. Ia juga suka traveling. Tutur bahasanya rapi: mirip seragam SD yang habis disetrika (woi ngawur) … mirip buku-buku formal gitu lah.

Tahun 2001 (kalau gak salah), di dalam kereta jurusan Surabaya – Bandung, seorang perempuan dengan ransel besar mendekat. Mirip orang Jepang. Ia kemudian duduk di sebelah saya, di dekat jendela. Ia lalu mengeluarkan beberapa majalah dan mulai membaca. Karena ia juga mengeluarkan majalah National Geographic, maka saya langsung (tanpa jaim) pinjem majalah itu. Setelah itu, obrolan terbuka dan kami jadi teman baik hingga hari ini. Ya perempuan “Jepang” itu Mbak Fridia. Panggilannya Kemprit. Wah mirip manuk emprit … hehe

Mbak Fridia menikahi seorang lelaki Jawa (yang Islam, tapi selalu dibilangnya agnostik). Keluarganya (dulu) tak setuju, karena seorang CK (dia bilang: Cina Katolik) harus menikahi CK juga. Tapi, lama-lama, peraturan sepertinya melunak seperti jenang. Oleh sebab itu, ia dan Mas Arief bisa menikah di gereja. Di gereja, katanya, calon suami-istri tak perlu punya agama sama. Tapi di kantor catatan sipil … sepertinya harus beragama sama. Cinta terhalang tembok. Yah mirip cerita sinetron jaman dulu. Tapi yang ini kawin beneran yo

Sebelum tutup telpon tempo hari, saya bilang : Ayo ayo … bikin anak! Dia bilang: iya mudah-mudahan lah … biar gak kena deadline (umur) nih.

One thought on “Kemprit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s