Pernikahan


Setiap orang biasanya memiliki pandangan sendiri dalam memaknai pernikahan. Jika gagasan-gagasannya dipengaruhi karakter religius, biasanya ia melihatnya sebagai ibadah, wujud syukur dan pengabdian pada tuhan. Dalam hal ini, pernikahan adalah sebuah medium untuk menjaga amanah, prokreasi dan perwujudan manusia yang seutuhnya. Tanpa atribut agama, pernikahan bisa dilihat sebagai medium berbagi antardua manusia yang berbeda karakter dan berusaha mewujudkan sinergi untuk meningkatkan kualitas hidup. Pernikahan juga bisa dilihat sebagai institusi. Namun, ada yang ekstrim: pernikahan adalah penjara, di mana seseorang mengalami dilema, terhimpit di antara yang-gratis dan menjadi-terpasung. Bermacam-macam.

Tepat empat tahun lalu saya menikah dengan ibu ini. Dalam pernikahan itu, saya belajar mengenai relationship, memahami orang lain dan diri sendiri, mencari dan mengembangkan metode untuk meningkatkan kualitas pikiran dan perasaan, berempati dan bersimpati, menjadi fleksibel dalam bersosialisasi, menjadi strategis dan kreatif dalam memecahkan persoalan hidup, lebih tahu arti kerja tim, mengerti arti setia, memaafkan dan lainnya. Prokreasi atau menciptakan generasi baru (baca: punya anak) adalah wajib, karena ini adalah bukti eksistensi manusia yang paling alamiah dan mendasar. Tidak berhenti di sana, setelah prokreasi, seseorang diwajibkan membina dan mengembangkan kreasinya sehingga jadi lebih baik.

Jika lama menikah, kebosanan pasti muncul. Ada yang bilang, rasa bosan muncul di ultah ke-1, kemudian ke-3, ke-7 dan seterusnya. Entahlah. Bosan ini sifat alami manusia juga, karena manusia punya kecenderungan menyukai hal-hal baru, sesuatu yang kinclong. Jika bosan, apa yang harus dilakukan? Lakukan kegiatan yang berbeda secara bersama, kemudian berkomunikasi. Yang lebih mujarab adalah becanda. Rasanya tidak ada ya perceraian karena bosan; yang ada biasanya karena masalah ekonomi, masalah visi hidup, masalah tidak punya keturunan, masalah orang ketiga dan lainnya. Bosan tidak bisa jadi alasan untuk berpisah; ia hanya bisa jadi alasan untuk punya kegiatan baru. Kegiatan baru ini harus melibatkan keluarga. So, do something different biar tidak bosan. Saya tidak pernah bosan dengan istri saya, karena ia sendiri berbeda, unik.

2 thoughts on “Pernikahan

  1. moga2 ngga bosen sampe rambut kita putih semua ya pa..partner diskusi, mencela, bercanda, travelling, teman tidur,dll..i’ve learned so many things from u about love n life…i love u!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s