Membaca BTJ


Sejak hari Minggu, saya baca buku Babad Tanah Jawi (Javaansche Rijkskroniek) yang ditulis oleh WL Olthof tahun 1941. Bukunya berbahasa Indonesia dan saya beli ketika pulang ke Jember. Awalnya agak membosankan, tapi begitu lewat 20 halaman, isinya menarik. Isinya mengenai cerita raja-raja Jawa dan keturunannya, konflik dan kesaktian. Makin ke belakang (tahun 1400an), mungkin karena sumber literatur mulai lengkap, maka isi buku banyak dibumbui dialog dan catatan yang rinci.

Alasan 1: Amangkurat II

Alasan tiba-tiba tertarik membaca buku ini ya karena akhir-akhir ini sering mikir tentang “Jawa”, budaya nenek moyang. Alasan lain ya karena dulu sempat membaca cerita Amangkurat II yang kejamnya minta ampun (ia menghabisi 6000 orang termasuk perempuan dan anak-anak di alun-alun kota dalam waktu setengah jam – ini karena ia cemburu lantaran istrinya selingkuh dengan adik lelakinya). Katanya cerita Amangkurat II ini ada di Babad Tanah Jawi. Tapi belum sampe ke sana sih. Jadi mesti lanjut membaca.

Alasan 2: Gajah Mada

Alasan lain lagi kenapa membaca buku ini karena ingin tahu cerita tentang Gajah Mada (GM). Tapi lumayan kecewa, karena cerita tentang Gajah Mada tidak banyak. Mungkin karena Gajah Mada ini bukan raja kali… Namun, sekilas, penulisnya kagum dengannya, tapi tidak hendak merinci lebih jauh. Mungkin keterbatasan data sejarah.

Patung Gajah Mada (tahun 1300an)

Beda dengan Langit Kresna Hariadi, yang menulis tiga jilid tentang Gajah Mada. Saya sendiri pengen sekali beli buku-bukunya. Nanti kalau sudah pulang ke Jember, atau main ke Batam 🙂

Pertanyaan yang mesti saya jawab adalah: Gajah Mada ini orang mana sih? Orang Jember ta? He he … Soalnya hal ini sendiri masih kontroversi. Ada yang bilang GM ini (bukan Goenawan Mohamad lho ya) orang Melayu, orang Jawa, orang Myanmar, orang Mongolia, dan lainnya.

Dan, kematian GM sendiri masih sangat misterius. Katanya sih, dia konflik dengan Hayam Wuruk, lalu diasingkan ke Probolinggo dan nyepi di dekat air terjun. Lalu lenyap. Atau kemudian bekerja di BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat hehe. Hush … GM kok diguyoni…

Ya begitulah, belum ada hasil membaca BTJ, kecuali bahwa pas tidur siang hari minggu saya mimpi Raden Pajang merencanakan hendak membunuh Arya Penansang.

Gila! Sampe terbawa mimpi…!