Jaran Kepang


Prelude

Entah kenapa saya suka kebudayaan. Barangkali karena suka dengan orang. Lalu bertanya-tanya mengenai perilakunya. Lalu penasaran dengan dasar-dasar pembentuk perilaku orang-orang itu. Lalu berminat ke penggolongan perilaku berdasar asal-muasal, vice versa. Lalu menyukai event dan keunikan dalam budaya.

Makanya, seorang kawan bilang: sekolah lagi aja bidang antropologi (apalagi kalau bukan SSS). Modhar kowe … !

Ini konsep yang ditulis pas ngantuk-ngantuk. Maunya dikirim ke koran lokal. Tapi kok males. Jadi diposting di sini aja …

Isi

Reyog adalah kesenian asli Jawa Timur (dan beberapa bagian Jawa Tengah), khususnya wilayah Ponorogo, yang menggabungkan konsep musik tradisional Jawa, seni tari, humor, politik, seksualitas dan mistisme. Dalam risalah ilmiah “Performance, Music and Meaning of Reyog Ponorogo” (Jurnal Indonesia, 1976) yang ditulis oleh Margaret J. Kartomi, profesor bidang seni dari Monash University, Australia, reyog tidak hanya membawa misi kesenian belaka, ia juga membawa misi politik. Hal ini terbukti dengan adanya kesenian reyog dalam tubuh partai politik besar seperti Partai Nasional Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Partai Komunis Indonesia di masa pra- dan pasca-kemerdekaan Indonesia. Kini, di samping memiliki kesenian ludruk (drama dan komedi situasi), Partai Golkar juga masih menggunakan reyog untuk menyebarkan pengaruh politiknya ke desa-desa di Jawa.

jarankepang_foto025.jpg

Satu elemen seni tari dalam reyog Ponorogo yang cukup menarik adalah kuda kepang (bahasa Jawa: jaran kepang; secara literal: kuda mainan yang terbuat dari anyaman bambu). Adegan yang paling ditunggu adalah ketika penunggang kuda kepang ini mengalami kesurupan (diserap makhluk halus) dan memakan pecahan kaca. Dalam masyarakat Jawa kuno yang menganut kejawen (gabungan antara animisme-dinamisme dan Hindu), seseorang mempercayai kehadiran dan peran roh-roh orang yang sudah meninggal. Roh-roh ini bisa dipanggil dan melakukan sesuatu yang diinginkan pemanjat doa (biasanya dukun atau bomoh). Roh ini kemudian masuk ke dalam roh penunggang kuda kepang, dan memanfaatkan fisik penunggang kuda untuk melakukan sesuatu yang musykil dilakukan orang biasa, seperti memakan beling (pecahan kaca), paku dan minum minyak tanah. Fisik mereka berdarah dan kesakitan, namun ia tak dapat merasakannya. Di satu sisi, adegan mistis ini mengundang decak kagum dan perasaan terhibur. Namun di sisi lain, adegan ini juga mengundang kontroversi terutama jika dipertemukan dengan ajaran agama Islam. Secara faktual, proses kesurupan dalam kuda kepang meliputi proses pemanggilan roh lewat pembakaran kemenyan (incene) dan pembacaan mantra (doa) untuk meningkatkan ketahanan tubuh penunggang kuda sehingga ia tahan memakan kaca dan lainnya.    

bersambung

13 thoughts on “Jaran Kepang

  1. Sambungan:

    Sebenarnya alasan menulis jaran kepang ini karena ingin menjawab pertanyaan:
    (1) Apakah reyog yang ditampilkan di negeri di mana etnis jawa adalah minoritas (singapura, malaysia, suriname, new caledonia) memiliki unsur jaran kepang yang masih menggunakan black magic dll.
    (2) Apakah ada perbenturan dengan budaya setempat, agama setempat dll?
    (3) Sejauh mana reyog mengalami metamorfosis di negeri-negeri itu?

    Ada yang bisa membantu?

  2. kalo rumah mau ambruk itu namanya reyog.. eh salah, reyot itu ya hehehe… tulisannya menarik, ditunggu lanjutannya… kalo reog itu sendiri sangat menarik untuk dibahas, tapi bakal panjang.. mulai dari asal-usulnya (raja yg berkepala singa dan burung merak yg duduk diatas kepala mematuki kutu dikepala raja) sampai perkembangan kesenian reog jaman modern ini..

  3. dari kecil sampai skr, saya paling ngeri denger ‘jaran kepang”jaranan’, apalagi nonton *ngga deh* serem.. ngeri kalo liat lagi kesurupan dan mengamuk tak terkendali lari ke penonton..

  4. kalau saya beneran tertarik dengan kebudayaan2 kita yang katanya diakui oleh negara tetangga atau sekedar mirip ya ? andai saya bisa membuktikan kemiripannya………!!

  5. Yang aku tau dalam pertunjukan jaran kepang ga pernah ada yang ngamuk ke penonton lho. Walaupun lagi kesurupan (trance) sekalipun. Emang sih kalo lagi kesurupan apapaun yang dilakukan diluar kesadaranya, tapi biasanya dalam sebuah kelompok jaran kepang ada pawangnya yang akan mengendalikan bagi yang sedang kesurupan. Jadi ga usah takut kali yaaaa. Eh setauku antara Jaran kepang (nama lain:Kuda kepang,jathilan,ebleg,jaranan,kuda lumping) sama reog itu beda walaupun dalam reog ada jaran kepangnya lho, lagian kalo ga salah sejarahnya juga beda. Bener ga sich….?

  6. salam kenal, Pawarta lamat di kabupaten barito timur kalimantan tengah, baru mulai menggeliat bangkit untuk ikut- nguri-nguribudaya.

  7. Tarian atau kesenian yang pakai properti jaran kepang, kuda lumping/kuda kepang kalau di daerah Banyumas (Cilacap, Purbalingga, Purwokerto, Banjarnegara) namanya kesenian Ebeg.Kalau kesurupan tingkah penarinya memang macam2, ada yang minta makan beling, komboran (makanan kuda terbuat dari rumput yg dipotong2 di campur sama dedak dan air), makan kembang, dll. Setelah kemauannya itu terpenuhi mereka mudah ditaklukan oleh sang pawang atw penimbul, mereka pun kembali sadar. Selama pengalaman sy waktu kecil-remaja, jarang melihat penontong yang diganggu oleh penari yg kesurupan. Dari sekian kali menonton, melihat sekali anggota penari yg kesurupan lari keluar kalangan dan mau menyeret penonton (anak2) yang naik di pohon. Untung insiden itu segera diatasi oleh pawang dan org2. Memang ngeri lho, kata org2 dia itu kesurupan jin monyet alias kethek. Mungkin, pengalaman Mba Rara pernah melihat kejadian seperti itu.

  8. saya terlahir dari kluarga besar kuda kepang..
    Embah dan bapak saya seorang dalang kuda kepang terkenal dikampung (dulunya).tapi knp tak ada sdktpun kelebihan yg akku dpt pd kesenian itu.
    apa aku tak cocok sbg pewaris tunggal kluarga??

  9. Aku yang dilahirkan di sidareja,cilacap,kota yang notabene memiliki kebudayaan kuda lumping yang bahasa jawanya adalah ebeg,itu adalah tontonan saya waktu kecil. Memang waktu kecil menonton ebeg saya sangat takut terutama sama baronganya yang mukanya serem,mengenai kesurupan dan perilakunya diluar kendali yang sampai bisa ngupas kelapa dengan mulut dan giginya serta memakan kaca itu memang mustahil kalau dilihat dari segi agamadan sangat tidak masuk akal,bagi saya, soalya saya sebagai penganut Nasrani hal itu sangat bertentangan,dan yang jelas takut untuk mengikuti hal-hal seperti itu

  10. -sangat membantu….nilai ku jadi bagus tahun ini
    —————————————————————@@@@@@@@@@@
    —————————————————————********************

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s