Indonesianis


“The East is a career” – Disraeli dalam novel Tancred, 1849

Sejak di Bandung, saya selalu mengagumi buku-buku budaya dari Timur dan Barat yang ditulis beragam manusia dari pelbagai abad. Sebagian besar buku saya titipkan di rumah kakak/adik di Jakarta (katanya aman dari banjir), dan sebagian lagi saya terus mengumpulkan di sini. Baca punya baca, ada pertanyaan menarik: kenapa ahli-ahli mengenai budaya atau sejarah Indonesia kebanyakan bukan orang Indonesia?

Indonesianis yang non-Indonesia

Ahli mengenai Indonesia biasanya disebut Indonesianis. Ada juga istilah lebih umum yang dipakai: orientalis (ahli dunia timur). Sir Stamford Raffles barangkali penulis tersohor mengenai wilayah Indonesia, khususnya Jawa (lihat “History of Java”). Snouck Hurgronje juga meninggalkan karya ilmiah termasyhur mengenai Muslim-Aceh, meski dulu kita mengenalnya sebagai “penjahat” intelek di balik kemenangan Belanda terhadap Aceh. Di belahan Amerika Utara, nama-nama berikut lumayan terkenal: Daniel S. Lev, Ben Anderson, James Siegel, Jeffrey Winters, George McTurnan Kahin, Clifford Geertz dan Hildred Geertz. Di belahan Eropa, nama ini yang saya kenal: Denys Lombard. Dari Australia, Greg Barton adalah favorit saya.

Tidak banyak ahli mengenai Indonesia yang berasal dari Indonesia. Alasannya barangkali masalah praktis seperti “dana penelitian”. Di Indonesia, riset itu adalah prioritas paling buncit kalau berani jujur-jujuran. Dulu, riset adalah ladang emas. Tapi setelah krisis moneter, di mana utang menggunung dan korupsi merajalela, mata pemerintah tak lagi ke bidang riset; tapi ke pemulihan ekonomi, politik, kepastian hukum dan HAM. Alasan lain adalah “perbedaan perspektif dalam melihat kebudayaan Indonesia”. Orang Indonesia melihat budayanya sebagai keseharian, bukan lagi keunikan. Kemudian, banyak yayasan atau lembaga asing yang mendanai riset-riset mengenai Indonesia. Hal ini supaya mereka lebih mengenal “tetangga” mereka sendiri. Jadi ya wajar kalau budaya wilayah Indonesia “dimengerti” oleh orang luar.

“Indonesianis” yang Indonesia

Taufik Abdullah, Koentjaraningrat dan Kuntowijoyo adalah ahli sejarah dan budaya yang asli Indonesia. Selain mereka, banyak sekali bermunculan ahli Indonesia yang asli Indonesia. Setidaknya di Singapura ini, baik di NTU atau NUS, banyak profesor atau doktor yang melakukan riset mengenai Indonesia (terutama bidang ekonomi dan agama). Yang menarik, sebagian dari mereka menempuh pendidikan doktorat di luar negeri (Amerika), bukan di Indonesia. Padahal, topik penelitiannya mengenai Indonesia. Mengapa? Alasan selain dana penelitian adalah resource hidup yang berupa “profesor” dan resource mati seperti buku-buku dan jurnal ilmiah. Di Amerika sangat banyak profesor yang meneliti mengenai Indonesia, dan perpustakaan lengkap mengenai Indonesia ada di Cornell dan Leiden. Selain itu, Harvard juga menyediakan buku-buku bagus mengenai Indonesia.

Oksidentalis

Lah terus, kapan kita jadi oksidentalis (peneliti dunia Barat)? Istilah oksidentalisme dipopulerkan oleh Hassan Hanafi (penulis Al Yasar al Islam – “Kiri Islam”). Namun, menurut beberapa pengamat, buku mengenai oksidentalismenya belum mampu mengalahkan “despotisme” orientalisme yang sangat mengakar di dunia Barat. Setidaknya, Edward Said pernah membela dunia Timur lewat “Orientalism”. Barangkali kita bisa jadi oksidentalis ketika hal-hal yang menarik dari Barat bukan lagi berupa materi …

(ditulis pertama kali Maret 2007)

One thought on “Indonesianis

  1. duh bacaannya berat euy..tp edward said emang oke (pernab baca profilnya sekilas tp blm pernah baca bukunya ;p)..ayo yg mengaku WNI..jgn mau kalah..lestarikan kebudayaan tanah air!!..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s