Big Bro Congrats


Kata Cincai “Big Bro Congrat” (Mas Selamat maksudnya) feng shui-nya bagus: karena ada “selamat” nya, makanya ia gak ketemu-ketemu. Sudah lebih dari 40 hari pemerintah Singapura berlagak bingung. Padahal, Ketua Jamaah Islamiyah (JI) capem Singapura ini dingklang, ditambah lagi negara ini kan sak ipet, kecil banget. Mana mungkin orang bisa susah ditemukan. Kalau di Indonesia barangkali memang sulit ditemukan.

Foto MS ada di mana-mana, termasuk tembok pintu masuk kantor. Di pintu keluar bus kota pun ada tempelan wajah MS. Persis jaman Wild Wild West dengan foto kartun bandit, tinggal ditulisin “WANTED” dan sekian ratus dollar buat hadiahnya. Fotonya seperti ini:

MS kini jadi seleb tanpa sinetron, tanpa nyanyi, tanpa jadi MP (member of parliament). Ia tak membuat policy, tapi ia membuat orang Singapura jadi bertanya: pemerintah kok kesulitan sih cari-cari dia? Dan, di koran tidak ada rekonstruksi proses lepasnya MS dari sel di daerah Whitley. Kalau di Indonesia, TEMPO biasanya langsung membuat denah ruangan, plus proses lepasnya buronan. Yah, semua kan disensor di Singapura. Lalu, Guru Menteri langsung bilang bahwa kita ini terlalu berpuas hati (complacent). Sudah puas dengan fasilitas Singapura, lalu teledor dan maling bisa lolos. Lho, kok jadi “kita”? Polisi yang jaga gimana? Barangkali udah dipecat kali ya … trus JI cabang Singapura ini gimana kelanjutannya tanpa MS? Pasti ada penggantinya dong … ditangkap juga? Entahlah.

Eh ada juga yang bilang kalau MS sudah diserahkan ke AS dan aksi-bingung-bingung-cari-dia di dalam negeri ini cuma nutup-nutupi bahwa ia sengaja dilenyapkan. Lama-lama kan orang juga lupa. Sudah lebih dari 40 hari lho. Sampai berapa lama lagi kita di ambang amnesia MS? Dan lagi, emang hidup cuma MS doang? Apalagi sekarang harga makanan naik, harga minyak goreng naik. Semua naik. Yang gak naik cuma gaji kayaknya.

MS … In any way, congrat … ! Kamu tak perlu membayar CPF lagi …

Advertisements