Leonardo da Vinci (1)


Leonardo da Vinci termasyhur sebagai pelukis dan pematung jaman Renaissance yang menghasilkan banyak mahakarya, termasuk di dalamnya, dua lukisan terkenal Monalisa dan Makan Malam Terakhir (The Last Supper). Tak hanya itu, ia juga seorang desainer peralatan militer, ilmuwan, penemu, insinyur, penulis, ahli tanaman dan musisi. Leonardo yang berambut panjang, keriting, berwarna merah tua, berperangai menyenangkan, tampan, juga berbakat sebagai pendongeng (storyteller), musisi, humoris, seniman, pecinta kebebasan dan pesulap (magic trick).

Menurut catatan kakeknya, Leonardo lahir pukul 10:30 malam, Sabtu, 15 April 1452, di sebuah desa dekat kota kecil Vinci, provinsi Florence. Ibunya (Caterina) adalah petani, dan diperkirakan juga imigran dari Timur Tengah, dan ayahnya (Ser Piero da Vinci) adalah seorang akuntan dan notaris terkemuka di kotanya. Umur 5 tahun, ia kemudian diasuh oleh kakeknya yang akuntan juga.

Karena orangtuanya tak pernah menikah, maka Leonardo tak bakal diperkenankan masuk Klub Notaris (Guild of Notary) nantinya. Oleh sebab itu, tahun 1466, ia kemudian dikirim kepada Andrea del Verrocchio (1435 – 1488), seorang pelukis dan pematung kenamaan. Di sana, bakat Leonardo makin berkembang dan melampaui gurunya, sehingga ia diperkenalkan kepada Lorenzo de’ Medici (Il Magnifico), penguasa Florence. Di bawah penguasa yang menyukai seni dan ilmu pengetahuan ini, Leonardo bergaul dengan banyak filosof, matematikawan dan seniman lainnya. Ia juga memperdalam ilmu anatomi di Company of St Luke tahun 1472. Pada masa di Florence ini, karya terbesarnya adalah The Adoration of the Magi, yang diperuntukkan bagi biksu biarawan di San Donato a Scopeto.

Tahun 1482, Leonardo pindah ke Milan. Di bawah penguasa Ludivico “the Moor” Sforza, Leonardo melukis karya besarnya Makan Malam Terakhir (The Last Supper) di sebuah tembok ruang makan gereja Santa Maria delle Grazie. Perancis menyerang Milan, Sforza jatuh dan diasingkan tahun 1499.

Leonardo kembali ke Florence tahun 1500. Tahun 1502 ia berpindah minat dari aspek seni-religius untuk menjadi chief engineer bagi komandan militer, Cesare Borgia. Ia kemudian membuat peta yang sangat akurat untuk enam daerah di Italia tengah. Angkatan bersenjata Borgia jatuh setahun kemudian setelah Niccolo Machiavelli gagal membantunya. Leonardo dan Machiavelli, meski demikian, berkawan dan Machiavelli membantu Leonardo sehingga ia mendapatkan komisi dari Signoria of Florence bulan April 1503. Pada masa inilah, Leonardo melukis istri ketiga bangsawan Florentine, Francesco del Giocondo. Istri ketiganya kita kenal sebagai Mona Lisa, nama kecil dari Madonna Elisabetta.

Dr Lillian Schwartz dari Bell Laboratories (pengarang The Computer Artists Handbook) membuat jukstaposisi gambar Mona Lisa (kiri) dan Leonardo da Vinci (kanan; foto diri yang digambar dengan kapur merah), dan menyimpulkan bahwa Mona Lisa tidak lain adalah Leonardo sendiri. Benarkah?

Tahun 1512, anak Lodovico bernama Maximilian mengusir Perancis dari Milan. Leonardo pergi ke Roma untuk mengabdi kepada Leo X, paus baru Medicean. Karena posisi seniman gereja sudah diisi Michaelangelo dan Raphael, maka Leonardo yang sudah berumur 60 tahun kurang mendapat perhatian. Ia kemudian mempelajari anatomi, optik dan geometri. Ia juga sempat memberikan pengaruh kuat bagi Raphael.

Tahun 1516, ditemani murid dan asistennya, ia pergi ke Amboise di wilayah Lembah Loire. Di Perancis, Leonardo mengabdi kepada Raja Perancis, Francois I. Di sini Leonardo diberi kebebasan melakukan apa saja, namun utamanya, ia diminta untuk memberikan nasihat filosofis bagi raja Francois I.

Leonardo mengalami penurunan vitalitas selama di Perancis, dan stroke menyerangnya sehingga tangan kanannya lumpuh. Ia meninggal di usia 67, pada 2 Mei 1519. Leonardo telah melukis 17 karya, tapi tidak semuanya tuntas. The Last Supper, The Battle of Anghiari dan kuda Sforza tidak pernah selesai. Buku catatan, atau jurnalnya, berisi sketsa yang detil namun tidak tersusun rapi dan tak pernah dipublikasikan.

Kontribusinya mendahului jamannya

  • 40 tahun sebelum Nicolaus Copernicus (1473 – 1543), Leonardo mencatat bahwa matahari tidak bergerak, dan bumi bukan pusat perputaran matahari, juga bukan pusat galaksi.
  • 60 tahun sebelum Galileo Galilei, Leonardo menyarankan agar lensa pembesar (magnifying lens) digunakan untuk mempelajari permukaan bulan dan benda langit lainnya.
  • 200 tahun sebelum Isaac Newton, Leonardo telah mengemukakan konsep gravitasi.
  • 400 tahun sebelum Charles Darwin, Leonardo telah mengenalkan teori evolusi dengan menempatkan manusia dalam kategori yang sama dengan kera dan monyet, kecuali bahwa manusia berakal

Di bidang anatomi, Leonardo melukis penampang anggota tubuh (cross section), representasi manusia dan kuda paling detil dan komprehensif, melakukan studi bayi di dalam rahim ibu dan membuat cetakan otak dan saluran jantung.

Di bidang pertanian, ia memperkenalkan geotropisme (efek gravitasi terhadap tumbuhan) dan heliotropisme (reaksi tumbuhan terhadap matahari); ia menyatakan bahwa umur pohon berhubungan dengan jumlah lingkar cincin di penampangnya; ia juga membuat sistem susunan daun pada tumbuhan.

Di bidang geologi dan fisika, ia mempelajari proses fosilisasi dan fenomena erosi tanah.

Di bidang engineering, ia mendesain helikopter, parasut, tangga yang bisa diperpanjang (kini dipakai oleh fire departments), perpindahan roda gigi, alat membuat ulir pada sekrup (screw), sepeda, snorkel (alat selam), kunci untuk sistem kanal, roda air horisontal, jam alarm tenaga air, kursi terapetik.

Di bidang militer, ia mendesain tank, senjata mesin, mortar, guided missile dan kapal selam.

Bersambung …

2 thoughts on “Leonardo da Vinci (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s