Obituari SDJ


Pagi ini ada meeting, dan karena presentasi lumayan sukses, saya lumayan bersemangat. Tapi semangat itu tak bertahan lama. Adik saya ngirim sms dari Jakarta: “Innalillahi, Pak Said D Jenie meninggal”. Shocking news! Saya rasa saya tidak sendirian dalam hal kaget-luar-biasa. Barangkali, keluarga yang menemani Pak Said hari kamis di RS Borromeus, Bandung, juga kaget dengan berpulangnya beliau yang mendadak itu. Sakit jantung punya perilaku yang cepat beres. Tidak memandang siapa, dan tak peduli efeknya.

Di ITB, nama Said Djauharsyah Jenie (rasa-rasanya lho ya) cukup dikenal di kalangan dosen pelbagai jurusan. Beliau pernah menjadi Ketua Departemen Teknik Penerbangan sejak berdirinya tahun 1997 sebagai satu jurusan terpisah dari Teknik Mesin.

Kiprahnya di dunia penerbangan terbentang lebih dari 30 tahun. Bersama BJ Habibie, beliau membidani munculnya laboratorium uji terbang di ITB dan PTDI (dulu IPTN), pesawat CN235 dan N250. Beliau juga guru besar ITB (yang termasuk paling muda), dosen di ITB, komisaris PTDI dan jabatan terakhirnya adalah Ketua BPPT.

Saya sendiri tidak pernah ngobrol langsung dengan beliau. Paling-paling hanya duduk di kelas beliau, mata kuliah Fisika Bumi dan Dirgantara jaman tingkat-2 tahun 1998. Bahasanya rapi, serapi tulisannya di papan tulis. Dia juga ramah kepada siapa saja, dan selalu memanggil “Dik” untuk semua mahasiswanya.

Ketika beliau menjadi ketua BPPT, beliau mengucurkan dana untuk proyek pesawat wing-in-surface effect (WiSE) 8 penumpang kepada ITB. ITB segera membentuk sebuah tim yang dipimpin Pak Alex Supelli. Sepulang dari Singapura bulan Agustus 2005, saya langsung kontak Pak Bambang dan Pak Hari di departemen. Saya kemudian dikontrak dua bulan untuk membantu tim ini. Ketemu dengan pak Said ya pas rapat review desain pesawat ini di FTI.

Orangnya cukup melegenda karena, diakui atau tidak, lulusan MIT bidang Aeronautics & Astronautics (1982). Beliau lulus tercepat di Mesin ITB tahun 1973, melanjutkan S2 di TU Delft, Belanda. Beliau kemudian melanjutkan S3 di MIT. Beliau juga pernah menjadi peneliti di MIT dan NASA.

Waktu mengajar, kadang beliau menceritakan film-film yang berhubungan dengan penerbangan & antariksa, seperti Contact, Armageddon dan Turbulence.

Selamat jalan Pak Said … semoga Allah menempatkanmu di tempat terbaik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s