Kopi, Karage Bento dan Riset


Kopi. Di Jepang saya jadi rajin minum kopi. Sehari bisa dua kali minum kopi, dan perut tidak mengalami gangguan. Aneh ya. Mungkin kopinya ringan. Tapi ini merk generik, sachet-an yang dijual di Hyaku-en (tokyo ‘semua serba 100 yen’). Barangkali kopinya memang cocok ya! ^_^ Kopi ini yang membuat melek di pagi hari. Masuk ke lab, bikin kopi, hidupkan komputer, mulai baca jurnal lagi. Atau FB dan ngeblog! Nikmatnya jadi mahasiswa.

Karage Bento. Ini menu kesukaan saya yang biasa dibeli di Sen-Ya, depot di depan kampus. Karage bento ini adalah nasi kotakan, isinya ayam goreng tanpa tulang yang digoreng pakai tepung. Rasanya campuran, ada asin, sedikit manis, ada rasa jahenya. Enak sekali. Tapi sepertinya banyak dikasih Ajinomoto ya! Soalnya enak banget! Di rumahpun saya beli ayam potong, lalu ditaburi tepung karage dan dimasukkan dalam kulkas. Setelah 20 menit, saya keluarkan dan digoreng. Ini enak juga. Gorengnya harus dengan api kecil, supaya dalamnya juga matang.

Riset. Semalam berpikir-membaca-berpikir-membaca-berpikir lagi tentang mau membahas tentang apa ya di seminar minggu depan. Seminar ini cuma internal lab saja. Jadi penontonnya ya profesor dan kawan-kawan mahasiswa. Mungkin hanya 7 orang. Topiknya tentang komposit jahit, alias stitched-composites.

  • Ada setidaknya tiga metode untuk menghitung modulus elastisitas komposit jahit. Metode pertama adalah dengan pendekatan numerik, voxel mesh, yang mirip finite element method. Metode kedua adalah unit cell model yang disimulasikan dengan finite element method. Metode ketiga, yang nampak elegan, adalah pendekatan Rule-of-Mixture dengan pelbagai knock-down factor (mereka menamakan Fiber Distortion Model). Ketiganya mencoba menghitung modulus elastisitas dalam arah bidang (in-plane). Model-modelnya diderivasi dari pengamatan mikrostruktur komposit jahit, lalu berusaha mengidealisasikan bentuknya. Model-modelnya mengasumsikan bahwa (1) ada region yang kaya akan matriks dan region ini berorientasi berbeda-beda, (2) thread tidak dimodelkan. Diperlukan sebuah model yang “pandai” artinya dia bisa mensimulasikan matrix-rich-region yang berubah-ubah dan mengikutsertakan faktor thread ke dalamnya. Menantang sekali! 
  • Menulis program komputer yang bisa mensimulasikan pengujian tarik sebuah spesimen komposit jahit. Programnya ingin ditulis di Fortran. Modelnya dibikin di Patran, lalu dianalisis dengan Fortran. Setidaknya kurva tegangan-regangan dari komposit jahit yang ditarik bisa dihasilkan semirip mungkin dengan eksperimen. Eksperimen digunakan untuk memvalidasi dan memberikan insight, di mana retak mulai terjadi dan merambat ke mana.
  • Menulis program komputer yang bisa mensimulasikan fatigue sebuah spesimen komposit jahit. Ini paling menantang. McNeal-Schwendler Company, alias MSC, udah mengeluarkan MSC.Fatigue, sebuah software package yang bisa mensimulasikan perilaku kelelahan (fatigue behavior) pada logam dan komposit, bahkan pesawat. Hebat to! Trus kontribusi sekarang apa? Diperlukan fatigue code yang bisa mensimulasikan stitched-composites. Ini penting, supaya ketika diimplementasikan di pesawat, kita bisa memprediksi kegagalan stitched-composite ini. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s