Obama dan Minamata


Di sebuah sudut aku menemukan koleksi majalah-majalah Life … Ketika aku melihat foto-foto berita, aku berusaha menebak dari gambarnya, sebelum membaca kutipannya … Ada foto wanita Jepang sedang menopang gadis yang telanjang dalam bak kecil: sungguh menyedihkan; gadis ini sakit, kedua kakinya terpuntir, kepalanya menengadah tak berdaya, wajah ibunya penuh duka, barangkali gadis ini menyalahkan dirinya sendiri …

Paragraf itu ditulis Barack Obama dalam buku “Dreams from My Father” (2004). Obama berumur sembilan tahun ketika ia melihat foto karya W. Eugene Smith dalam majalah Life itu. Barangkali ia belum mengenal kata “Minamata”, nama penyakit yang diderita gadis dalam bak kecil itu.

Foto yang dilihat Obama dalam majalah Life. “Tomoko Uemura in her bath”, Minamata, fotografer: W. Eugene smith (1971)

Minamata sebenarnya sebuah nama kota di Kumamoto Prefecture, bagian selatan pulau Kyushu, Jepang. Tahun 1956, sebuah penyakit yang menyerang syaraf ditemukan di sana; selanjutnya penyakit ini disebut penyakit Minamata. Penyakit ini disebabkan oleh senyawa merkuri organik, metil-merkuri, yang mencemari perairan di teluk Minamata. Karena penduduk Minamata mengkonsumsi ikan, kerang dan binatang laut, maka senyawa ini masuk ke dalam tubuh mereka. Prosesnya terjadi selama bertahun-tahun: Chisso Corporation membuang senyawa ini ke teluk Minamata sejak memproduksi acetaldehyde selama 35 tahun (1932 – 1968).

Entah mengapa Obama menulis tentang foto karya Eugene Smith itu. Barangkali sisi observant (pemerhati) yang muncul di usia dini, kemudian diekspresikan dalam sebuah memoar, cukup menggerakkan publik untuk bersimpati padanya (beberapa tahun sebelum pencalonan sebagai presiden). Benar saja, ia menjadi presiden Amerika ke-44. Namun, korban penyakit Minamata yang membaca biografinya menganggap tulisan Obama ini serius — meski Obama belum membuat komentar lanjutan atau aksi tentang sisi humanisnya itu.

Shinobu Sakamoto membaca paragraf dalam memoar itu. Perempuan yang menderita penyakit Minamata ini berharap dapat bertemu Obama di Tokyo tanggal 13 November 2009 lalu, ketika Obama melakukan kunjungan diplomatik pertamanya ke Jepang. Namun, gayung tak bersambut. Obama hanya sebentar saja di Jepang: membahas hal yang paling “aneh” bagi saya pribadi, yaitu keberadaan pangkalan militer Amerika di Jepang dan pemanasan global (produk sukses Al Gore dalam An Incovenient Truth). Obama barangkali tak punya waktu untuk membahas bukunya atau bertemu Sakamoto. Minamata disease, meski berhubungan dengan lingkungan, impak-nya sedikit untuk pemanasan global: ia adalah masalah domestik ‘pabrik vs komunitas’, yang hingga hari ini telah memakan korban lebih dari 2200 orang (75% meninggal).

Kalimat Sakomoto cukup menyentuh: As long as we are alive, Minamata disease will never end. Penyakit Minamata terhenti ketika nadinya terhenti juga.

One thought on “Obama dan Minamata

  1. Perhaps Obama dan the said girl will meet each other in another sets of life to settle a score towards one another..

    The US Interest is more .. far more bigger that the presidency, therefore not surprising if such meeting to a lot of us sen as an awkward agenda to discuss.

    Kind regards from West Africa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s