2009 – Review


Tahun 2009 dipenuhi dengan perubahan drastis. Dari bekerja pagi hingga malam di pabrik hard disk, berpindah ke status mahasiswa yang jadwalnya bebas & tanpa kuliah. Dari bertempat tinggal di Senja Road (rumah penuh kenangan – dari Olit umur 3 bulan sampai 3 tahun) dan New Upper Changi (rumah yang bikin sering jalan-jalan), ke rumah di lantai 5 tanpa lift dan berlantai tatami. Dari ngomongin fungsi transfer atau getaran JBOD (just a bunch of disks) ke ngomongin metode elemen hingga atau komposit (lagi).

Bulan Januari 2009, enam target ditulis di postingan 2009: Ngapain?. Sekarang mari kita review …

Review target tahun 2009

1) Cicilan utang lunas! Hehe

Berhasil! Skor: 1.0

2) Setia sama boss di Hitachi

Berhasil! Tapi 3 bulan setelah masa penugasannya selesai dan kembali ke Silicon Valley, saya juga keluar :) Skor: 1.0

3) Rutin nulis buat Berita Harian Singapura

Kurang berhasil. Tahun 2009 hanya dua artikel yang berhasil dimuat, masing-masing satu di bulan Januari dan Desember. Alasan tidak menulis: jarang membaca, jarang berpikir divergen, paceklik ide. Skor: 0.5 

4) Ezra masuk pre-nursery, Tumbe Tots

logo1

Berhasil! Olit masuk Tumble Tots di Choa Chu Kang. Kemudian transfer ke TT di Tampines. Olit jadi pandai ngomong, pandai berhitung, membaca, main bola, senang jalan-jalan dan musik. Skor: 1.0

5) Outing ke alam bebas, misal: Gunung Kinabalu

Berhasil! Sebelum ke Jepang, mampir dulu ke Gili Trawangan, Bali dan Lombok. Kemudian baru saja naik gunung Takao di Jepang. Gunung Kinabalu tidak feasible membawa anak kecil 3 tahun. Skor: 1.0

6) Beli digital piano atau silent guitar

clavinova atau  p_slg100n

Tidak berhasil! Piano mahal. Silent guitar lebih feasible, tapi harganya juga masih mahal. Nunggu tabungan cukup dulu. Skor: 0

7) Hari raya di Bondowoso, Jember, Pacitan

Tidak berhasil! Karena repot mengurus status PR, keluar kerja, dan pindahan rumah, yang kebetulan terjadi di bulan puasa, maka hari raya-nya di Singapura. Skor: 0

Indeks: 4.5/7.0 = 0.64 alias 64% tercapai. Menurun! Tahun lalu indeksnya 0.67. Lesson-learned adalah bahwa kebutuhan yang sifatnya tersier atau hobi, biasanya sulit dipenuhi, seperti alat musik. Untuk pulang kampung saat hari raya, ini kompetisi antara keinginan dan urgensi saat itu. Ingin pulang, tapi waktu dan dana tidak memungkinkan. Untuk masalah menulis rutin, kesibukan di Hitachi menuntut fokus yang pada akhirnya menguras energi. Sampai di rumah, energi untuk membaca dan berpikir tidak ada. Waktu yang ada digunakan untuk istirahat, main, nonton atau makan. Tapi alasan aslinya sih: bosan hehe. Saat ini untungnya sudah back on track. Mudah-mudahan bisa terus nulis.

Angka yang tidak pernah mencapai 1.0 adalah bukti bahwa manusia hanya bisa berencana, namun tuhan yang menentukan. Di sini, tuhan memberikan kejutan lalu bersikap demokratis dengan membiarkan kita memutuskan. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s