Okinawa


Dalam film The First Breath of Tengan Rei (2009), konfrontasi adalah solusi. Rei Tengan (diperankan oleh Erika Oda) diculik dan diperkosa Nelson dan Carter, dua marinir yang bertugas di Okinawa, selatan Jepang. Rei berumur 16 tahun ketika itu. Sejak itu, Rei hidup dalam kesendirian, dipenuhi kenangan pahit dan dendam.

Sepuluh tahun berlalu, Rei terbang ke Chicago untuk mencari dua bekas marinir Amerika itu. Motifnya jelas: berkonfrontasi. Di sana, Rei menyandera Paris, anak lelaki salah seorang pemerkosanya, Carter. Namun agaknya, Rei bukanlah mesin perang: ia tak berlaga menghabisi “lawan”, meski dipenuhi dendam kesumat. Intimidasi lewat todongan pistol Rei terhadap Paris, dan terkuaknya dosa Carter di depan anaknya sendiri barangkali inti kepuasan Rei.

Film ini tak memberikan jawaban atas konflik Jepang dan Amerika di Okinawa. Sebaliknya, film humanisme ini membiarkan misteri tersisa: di manakah perjalanan Rei berakhir?

Continue reading