Politik Uang di Jepang


Auto RSS feed from: https://ari3f.wordpress.com 

Kekuasaan dan uang agaknya sulit dipisahkan dalam dunia politik. Untuk memperoleh kekuasaan, diperlukan uang. Begitu sebaliknya. Namun, uang seringkali menyebabkan kekuasaan seseorang diuji.

Skandal Hatoyama

Sejak Yukio Hatoyama menjabat perdana menteri Jepang 1 September 2009 lalu, pemerintahannya tak henti digoyang skandal keuangan. Beberapa waktu lalu, Hatoyama diwajibkan membayar pajak pemberian (gift) sebesar 570 juta yen (setengah dari jumlah pemberiannya). Kenapa? Hatoyama menerima dana dari ibunya selama tujuh tahun hingga 2008. Dana ini berkaitan dengan biaya kampanye Partai Demokratik Jepang (Democratic Party of Japan atau DPJ). Ibunya, Yasuko Hatoyama, adalah pewaris pabrik ban terbesar di dunia, Bridgestone Corporation yang didirikan ayahnya, Shojiro Ishibashi, tahun 1930.

Skandal Ozawa

Skandal keuangan yang kini jadi perbincangan hangat di Jepang berkaitan dengan Ichiro Ozawa. Ichiro Ozawa adalah Sekretaris Jenderal DPJ yang disebut-sebut sebagai “raja bayangan” (the shogun shadow) Hatoyama. Adalah rahasia umum, Ozawa-lah penentu langkah-langkah politik Hatoyama.

PM Yukio Hatoyama, dengan latar belakang poster Sekjen DPJ, Ichiro Ozawa

Dikabarkan bahwa Ozawa memberi 400 juta yen kepada sekretarisnya (Ishikawa) untuk membeli tanah di Setagaya Ward, Tokyo, pada 29 Oktober 2004. Transaksi ini tidak tercatat dalam laporan dana politik Rikuzankai (organisasi manajemen keuangan Ozawa) pada 2004, namun tercatat dalam laporan 2005. Keanehan dalam laporan keuangan ini membuat tiga staff Ozawa (Takanori Okubo, Tomohiro Ishikawa dan Mitsutomo Ikeda) ditahan polisi dan diperiksa pengadilan.  

Skandal ini bukan pertama kalinya bagi Ozawa. Sebelumnya, Ozawa pernah terlibat skandal sebesar 35 juta yen untuk sumbangan perusahaan. Ia kemudian mengundurkan diri dari pimpinan DPJ bulan Mei 2009, lalu digantikan Hatoyama.

Namun karena Hatoyama merasa bahwa pengaruh Ozawa di DPJ cukup kuat, Ozawa diangkat kembali sebagai Sekjen DPJ. Tugas Ozawa adalah merancang kampanye, menggalang dana dan memenangkan pemilu.

Gravitasi Politik dari Skandal Keuangan

Di mata publik, skandal Hatoyama yang berkaitan dengan dana dari ibunya itu barangkali bukan masalah besar. Dana ini jelas-jelas berasal dari keluarganya yang kaya dan Hatoyama telah memenuhi kewajibannya membayar pajak. Namun, oposisi tetap mengkritik Hatoyama bahwa ia tidak melaksanakan kewajiban sebagai warga negara biasa, yaitu mendeklarasikan pajak hadiah sebelum menjadi isu di pemerintahan.

Kartun Hatoyama dihimpit Ozawa (http://editorialcartoon99.blogspot.com/)

Namun, ini berbeda dengan gravitasi politik yang disebabkan skandal Ozawa. Setidaknya ada beberapa hal:

  • Waktu (timing) yang kurang pas. Skandal keuangan ini terjadi beberapa hari sebelum Diet session 150 hari hingga 16 Juni. Agendanya adalah membahas masalah resesi ekonomi. Namun, sesi ini akan dimanfaatkan partai oposisi, LDP, untuk menyerang Hatoyama dan partainya sehingga stimulus untuk resesi ekonomi 7.2 triliun yen tidak lolos. Di Jepang, parlemen disebut Diet Nasional Jepang atau Kokkai. Diet ini memiliki sistem bikameral yaitu terdiri dari dewan perwakilan (Shugi-in) sebagai lower house dan dewan penasihat (Sangi-in) sebagai upper house.
  • Pengaruh Ozawa cukup kuat di Lower House, namun sangat lemah di Upper House. Ada keraguan bahwa Ozawa dapat meraih kepercayaan mayoritas Upper House dalam pemilu tengah tahun (mid-year election) nanti karena LDP akan menggunakan skandal-skandal keuangan tadi “menghabisi” DPJ dalam dengar pendapat di Diet.
  • Publik meminta Ozawa mengundurkan diri dari jabatan Sekjen DPJ. Meski tekanan ini tidak cukup kuat, namun apabila Ozawa tidak berhati-hati, publik akan kehilangan kepercayaan tidak kepada Ozawa, namun kepada Hatoyama. Hal ini disebabkan Hatoyama-lah yang mempertahankan Ozawa di DPJ. 

Kemungkinan Lahirnya Partai Baru

Skandal keuangan dalam partai berkuasa biasanya dimanfaatkan oleh politikus untuk membentuk partai baru atau partai koalisi, dan memenangkan pemilu. 

Yoichi Masuzoe, bekas Menteri Kesehatan, Buruh dan Kesejahteraan jaman Taro Aso diduga akan keluar dari LDP dan membentuk partai baru. Analis mengatakan bahwa Masuzoe bisa jadi melakukan manuver yang tidak diduga karena ia masih berambisi dalam dunia politik. Salah satu caranya dalah dengan membentuk partai atau koalisi baru.

Masuzoe terinspirasi oleh kejadian politik Jepang tahun 1993, dimana seorang politikus LDP, Morihiro Hosokawa muak dengan korupsi dalam tubuh LDP dan lalu keluar untuk membentuk Japan New Party tahun 1992. Selama setahun ia membentuk koalisi delapan partai, dan berhasil. Pemilu 1993 dimenangkan dan membawanya ke kursi perdana menteri. 

Manuver ini cukup inspiratif bagi Masuzoe, namun ia masih melihat apakah Ozawa dapat digaet dalam pembentukan partai baru ini. Mengapa Ozawa? Kemenangan JNP tahun 1993 itu tidak lain adalah hasil kerja keras Ichiro Ozawa, yang dulunya aktivis di LDP. Masuzoe tahu benar akan hal itu. Sehingga, Masuzoe saat ini hanya sangat kritis terhadap Hatoyama, tapi tidak kepada Ozawa. Ada kemungkinan Masuzoe akan menggandeng Ozawa dalam pembentukan partai baru. Sekarang tinggal menunggu, bilamana Ozawa akan memenangkan perkara keuangan di pengadilan dan mundur dari DPJ.

Tak ada yang tahu hasilnya …

*Kolom “Email dari Tokyo”, Berita Harian, Singapura, 23 Jan 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s