Pensiunnya Sang Yokozuna: Asashoryu


Auto RSS feed from https://ari3f.wordpress.com

Sumo: more than just fat guys in diapers …

Barangkali olahraga klasik yang terkenal di luar Jepang adalah sumo. Sumo identik dengan kontak fisik dua pemain bertubuh gemuk, yang hanya memakai cawat dan berambut panjang terikat. Sumo juga diwarnai ritual yang khidmat, di mana penonton kontan terdiam melihat pesumo memberi hormat, bertepuk, berkumur dan melempar garam (shiomaki). Kemudian aksi dorong di dalam dohyou (ring) atau menjatuhkan tubuh lawan terjadi. Pesumo (rikishi) yang menang diberi setumpuk amplop oleh wasit.

Sumo lahir 1500 tahun lalu di Jepang dan merupakan bagian dari ritual agama Shinto. Ia merupakan hiburan di samping drama dan tarian yang mengiringi ucapan terima kasih kepada dewa-dewa karena hasil panen yang berlimpah. Pada periode Nara (abad ke-8), sumo diperkenalkan ke keluarga kerajaan. Sumo yang awalnya hanya gulat kasar dibimbing oleh kerajaan agar memuat seni, tradisi, strategi dan sikap khidmat. Sumo yang dilihat hari ini adalah sinkretisme dari dua dunia ini. Read More