Bekas Spionase Korea Utara di Jepang


Seorang ayah dan anak gadisnya terbang dari Baghdad ke Seoul pada 28 November 1987. Ketika transit di Abu Dhabi, mereka membatalkan penerbangannya. Pesawat yang mereka tumpangi, Korean Air 858 (KAL858), pun terbang tanpa mereka.

Keesokan harinya, ketika melintasi Laut Andaman (sebelah barat Burma dan Thailand), pesawat itu meledak berkeping-keping! Seratus lima orang mati seketika. Hasil investigasi menyatakan bahwa ledakannya disebabkan bom waktu.

Dugaan ditujukan kepada ayah dan anak yang turun di Abu Dhabi. Mereka diduga sengaja menaruh sebuah tas berisi bom di pesawat sebelum kabur ke Bahrain.

Kepolisian merilis nama mereka: Shinichi Hachiya dan Mayumi Hachiya. Nama Jepang itu sebenarnya nama samaran yang tertera di paspor palsu. Mereka juga tidak ada hubungan darah. Keduanya adalah agen rahasia Korea Utara yang diutus Kim Jong Il untuk meledakkan pesawat Korea Selatan agar Olimpiade Seoul 1988 terganggu.

Dua hari kemudian, kedua agen itu tertangkap di Bahrain. Nama asli agen lelakinya adalah Kim Seung Il, 70 tahun, sedangkan agen wanitanya adalah Kim Hyun Hee, 25 tahun. Menjelang interogasi, Seung Il menghabisi nyawanya sendiri dengan menelan pil sianida yang disimpannya dalam filter rokok. Hyun Hee juga melakukan hal yang sama. Namun, pertolongan segera diberikan sehingga nyawanya tertolong. Setelah pulih, Hyun Hee diinterogasi, dan ia pun diekstradisi ke Seoul.

Hukuman mati dijatuhkan kepada Hyun Hee oleh pengadilan Korea Selatan pada bulan Maret 1989. Tetapi, setelah melewati proses permohonan ampunan (grasi), Presiden Roh Tae-Woo membatalkan hukuman kepada Hyun Hee. Alasannya: tindakan Hyun Hee adalah hasil dari cuci otak yang dilakukan Korea Utara terhadapnya.

Siapah Kim Hyun Hee?

Hyun Hee lahir di Kaesong tanggal 27 Januari 1962. Ia sempat tinggal di Kuba mengikuti ayahnya yang diplomat. Setamat SMA, ia masuk Pyongyang Foreign Language College jurusan bahasa Jepang. Belum sempat memulai kuliahnya, ia tertarik ikut pelatihan untuk menjadi agen spionase. Ia dididik secara militer, diajarkan bela diri serta bahasa Jepang selama tiga tahun. Ia juga sempat belajar bahasa Cina. Ujian akhirnya adalah melakukan pencurian dokumen penting dari sebuah kantor konsulat buatan. Wajahnya yang ayu juga prestasinya yang cemerlang di bidang spionase mendapat perhatian Kim Jong Il. Ia lalu mendapat perintah khusus untuk menyebar teror kepada lawan-lawan Korea Utara. Setelah keluar dari spionase Korea Utara, ia menulis sebuah buku best-seller berjudul The Tears of My Soul.

Kunjungan Hyun Hee ke Jepang

Dua puluh tiga tahun berlalu setelah peristiwa pengeboman pesawat KAL858.

Sebuah pesawat jet kecil mendarat di bandara Haneda, Tokyo, minggu lalu. Temperatur Tokyo yang mencapai 35°C menyambut kedatangan Hyun Hee yang kini berusia 48 tahun. Misinya tentu tidak lagi meledakkan pesawat karena ia mengatakan sudah pensiun sebagai sebagai agen rahasia Korea Utara.

‘Misi’ kali ini adalah bertemu keluarga bekas guru Bahasa Jepangnya dulu, Yaeko Taguchi. Taguchi adalah warga Jepang yang diculik agen Korea Utara pada 1978.

Hyun Hee dijemput dan mendapat kawalan ketat menuju vila peristirahatan Yukio Hatoyama, bekas Perdana Menteri Jepang, di Karuizawa. Di vila itu, Hatoyama memfasilitasi pertemuan antara Hyun Hee dengan keluarga Yaeko Taguchi.

Ketika Hyun Hee bertemu dengan Shigeo Iizuka (72 tahun), kakak lelaki Taguchi, dan Koichiro Iizuka (33 tahun), anak laki-lakinya, ia mengatakan bahwa Taguchi masih hidup dan akan kembali ke Jepang. Namun, tanggal kepulangannya belum dapat dipastikan. Taguchi dikabarkan hidup di wilayah Manggyongdae, Pyongyang, dan menikah dengan warga Korea Selatan yang diculik juga. Namun itu status enam tahun lalu. Statusnya hari ini juga belum diketahui.

Di samping itu, Hyun Hee berpesan kepada Iizuka tentang bagaimana berunding dengan Pyongyang mengenai masalah penculikan. Hyun Hee mengatakan “Kecuali Jepang menghormati niat baik Korea Utara dan membicarakan masalah itu dengan cara yang tidak menyinggung, tidak ada resolusi yang akan dihasilkan.”

Sejarah mencatat bahwa Korea Utara telah menculik 13 warga Jepang antara tahun 70 hingga 80an. Warga Jepang itu diculik untuk mengajarkan Bahasa Jepang kepada para agen rahasia yang menjalani pelatihan. Korea Utara melepaskan lima orang dari mereka, namun sisanya dikatakan telah meninggal.

Tidak ada yang tahu apa tujuan dari kunjungan Hyun Hee ke Jepang. Apalagi kunjungan ini dibuat ketika Amerika Serikat memberlakukan embargo kepada Korea Utara tanggal 21 Juli lalu.

Kim Hyun Hee dikawal polisi Jepang ketika mendarat di bandara Haneda, Tokyo

Arti Kunjungan Hyun Hee

Setidaknya ada dua arti dari kunjungan ini, yaitu politik dan pribadi.

Pertama, secara politik, lawatan Hyun Hee dapat mempengaruhi hubungan Jepang – Korea Utara. Hyun Hee tahu bahwa Jepang adalah aliansi terkuat Amerika Serikat. Rezim Kim Jong Il mengutusnya karena rezim ini sangat memerlukan bantuan dan simpati Jepang. Motif ini sama dengan yang digunakan Korea Utara ketika Jong Il melawat China pada awal Mei 2010.

Kedua, secara pribadi, Hyun Hee boleh jadi merasa simpatik terhadap warga-warga Jepang yang diculik, terutama kepada Taguchi. Rasa simpatik ini diungkapkan dengan memberi kabar secara langsung bahwa warga-warga Jepang yang diculik oleh Korea Utara masih hidup dan akan kembali.

Janji ini bisa jadi kosong karena tenggat waktu dan bukti bahwa mereka masih hidup tidak ada. Namun kedatangannya yang sensasional di Jepang dimanfaatkan Hatoyama untuk memperbaiki reputasi politiknya. Terlepas dari motif politik Hatoyama, pertanyaan penting masih tersisa: kapan kembalinya warga Jepang yang ditawan di Korea Utara?

Hyun Hee kembali ke Korea pada hari Jumat, 23 Juli 2010, pukul 3.30 sore dari Haneda. Tanpa jawaban.

*Kolom ‘Email dari Tokyo’, Berita Harian Singapura, 26 Juli 2010

One thought on “Bekas Spionase Korea Utara di Jepang

  1. Wow… keren banget brow ceritanya, kayak filem2 james bond aja… btw, si hyun-hee tu masih hidup gak ya skrg, kalo msh gw pengen blajar dr dia gmn jadi spy yg handal…. ha2x,

    @cinta_indo:
    masih hidup, di korea.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s