Internet


Selamat Tahun Baru 2011! Semoga 365 hari ke depan kita menyerap banyak ilmu, dan karya-karya kita lebih berguna bagi orang banyak (>1)!

***

Seorang kawan (Dady さん) yang pernah tinggal di Jepang akhir 90an menulis status:

Budaya membaca itu akhirnya hilang, seiring dengan perkembangan handphone. Sayang …

Sebelumnya dia bercerita bahwa hampir setiap orang di dalam kereta membaca buku pada dekade itu. Kebanyakan dari mereka membaca manga (komik Jepang). Setelah kembali ke Jepang 10 tahun kemudian dia tidak melihat suasana itu lagi. Bahan bacaan tergantikan telepon seluler yang booming pertengahan 90an, iPhone atau PSP (play station portable).

Telepon seluler jaman sekarang menyediakan (baca: memudahkan) banyak hal. Kemudahan yang dihasilkan dari perkawinan antara teknologi seluler dengan internet ini, sayangnya, membuahkan persona-dalam-kapsul: kedua mata terfokus pada layar kecil, ada ekspresi yang seringkali kosong, penuh konsentrasi, dan karakteristik lain.

Intermezzo: Bayangkan bahwa sehari sebelum perang Bubat, Mahapatih Gajah Mada menjelaskan strategi pertempuran kepada patih-patihnya lewat iPad (versi abad 14) …

Tanpa disadari, 21 tahun setelah kata ‘web’ diusulkan oleh Tim Berners-Lee di Inggris, hidup kita seakan terjerat oleh internet. Tanpa disadari juga, 14 tahun setelah kata ‘internet’ muncul ia menjadi infrastruktur paling penting dua dekade terakhir ini.

Penggunanya milyaran. Pengguna internet di negara-negara BRICI (Brazil, Rusia, India, Cina dan Indonesia) diperkirakan akan mencapai 1.2 milyar pada 2015. Angka ini sama dengan 17% penduduk bumi, belum termasuk Jepang atau negara-negara di Eropa dan Amerika Utara.

Seseorang yang dikenal sebagai Bapak Internet Jepang adalah Dr Jun Murai, profesor di Universitas Keio. Tahun 1990 Dr Murai pernah meramalkan bahwa sistem komputer pada 2010 memiliki tiga lapisan:

  • Lapisan inti: network (jaringan)
  • lapisan kedua: komputer
  • lapisan ketiga (terluar): otak manusia

Bagaimana cara kerjanya?

Komputer diramalkan ada di setiap rumah, kantor atau bahkan jalanan. Komputer-komputer yang dimiliki individu ini terhubung dalam sebuah jaringan, di mana setiap komputer saling berkomunikasi, memproses data dan saling membagi data. Namun demikian, prediksi Dr Murai yang belum terjadi adalah pengendalian komputer dan jaringan yang dilakukan otak manusia.

Kita lihat apa yang biasa kita lakukan melalui internet: mencari informasi, pengiriman email, menyetujui dokumen, mengunduh formulir, membaca buku/koran, bahkan menyaksikan film dan mendengarkan lagu. Ini semua merupakan bentuk pertukaran data dan komunikasi antarindividu yang dapat dilakukan oleh otak. Namun instrumen yang dapat mengubah sinyal-sinyal otak menjadi sebuah perintah, yang dapat menghubungkan otak dengan komputer dan jaringan, apalagi yang dapat dibeli secara massal dan digunakan oleh individu, belum ada. Brain connectivity belum ada. Keterhubungan otak adalah hal pertama yang akan menguasai teknologi internet satu sampai dua dekade depan.

Selain brain connectivity itu, tiga teknologi internet yang akan muncul adalah:

1. Metode Baru dalam Pencarian Data

Dunia komputer dan jaringan akan semakin berkembang dan orang menjadi haus data. Saat ini saja mesin pencari seperti Google memang paling populer, dan tergolong cepat dalam memberikan data. Namun, Google masih mengalami kesulitan dalam memilih mana informasi yang sesuai harapan pencari. Teknologi yang diharapkan muncul satu hingga dua dekade lagi adalah metode baru dalam mengumpulkan informasi dan data yang benar-benar sesuai dengan keinginan pencari.

2. Pengolahan Data dan Informasi

Bayangkan gambaran sederhana ini: ada satu waktu ketika jutaan mobil dapat menyimpan sejarah perjalanan hidupnya dan mencatat jalan mana saja yang terkena macet. Mobil mampu mencatat kecepatan rata-rata pada jam-jam tertentu, cuaca hari tertentu, dan kemungkinan bertabrakan dengan mobil lain. Data-data dari jutaan mobil ini kemudian diolah dan dibagi ke mobil lain yang ingin mengambil rute yang sama, sehingga pengemudi dapat memutuskan ke mana dan kapan ia harus pergi (secara instan!). Hal ini memerlukan pemrosesan data yang canggih dan memberikan informasi penting bagi pengguna jalan.

3. Teknologi Kesehatan berbasis Internet

Ketika sakit kita selalu ingin tahu penyakit yang kita derita. Untuk itu kita memerlukan sebuah alat portable yang dapat menganalisis DNA, data molekul tubuh manusia, dan mencari informasi secara online melalui internet, di mana data-data penyakit di seluruh dunia disimpan. Dari pengolahan data ini, alat portable kesehatan itu bisa memberitahu penyakit apa yang kita derita (diagnosis). Selanjutnya, alat ini akan memberitahu terapi apa yang harus kita lalui, atau obat apa yang harus kita minum. Mirip portable doctor. Alat ini juga terhubung dengan jaringan rumah sakit agar dokter dan perawat dapat bertindak cepat ketika seseorang sebelum mencapai titik kritis. Singkatnya, teknologi sistem komputer yang akan menguasai hidup kita adalah teknologi kesehatan berbasis internet dan komputer.

Akankah keempat teknologi itu akan muncul?

Keempatnya mungkin akan muncul (atau sudah muncul?) dalam bentuk yang primitif (awal), tetapi ketergantungan manusia dengan internet dan alat akan semakin tinggi. Mungkin suatu saat kita akan mengalami keadaan di mana internet dan alat portable mirip baju yang kita pakai: tidak memakainya malulah kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s