Jawa Kuno


Membaca buku Ricklefs (History of Modern Indonesia Since c. 1200 AD), khususnya mengenai sejarah Indonesia abad 13-15, mendorong seseorang untuk mencari referensinya. Banyak sekali referensi yang dia pakai, dan sebagian berbahasa Belanda. Beruntunglah mereka yang menguasai Bahasa Belanda karena dapat membaca artikel-artikel mengenai Jawa Kuno yang kini disimpan di Universitas Leiden. Jadi, kelakarnya, orang dapat dengan baik menguasai sejarah Jawa Kuno jika ia, pertama-tama, menguasai Bahasa Belanda. Kritik dan interpretasi kakawin Jawa kuno biasanya ditulis dalam bahasa Belanda. Ada juga yang berbahasa Inggris. Ada juga perseteruan intelektual antara ilmuwan Belanda sendiri mengenai interpretasi kitab tertentu, misalnya Nagara Krtagama. Perseteruan ini bersumber pada pemakaian metode yang dipakai, penyerangan terhadap interpretasi. Namun yang paling mendasar (ini pendapat pribadi) adalah kurangnya atau hilangnya mata rantai sumber-sumber literatur yang mungkin musnah atau hilang di tengah peperangan. Nagara Krtagama tentu merupakan literatur yang penting, tetapi pasti ada literatur yang jauh lebih penting. Beyond delusions and reality.

Sejarah Indonesia abad 13-15 sebenarnya berpusat di wilayah Jawa Timur. Alasannya jelas: Kerajaan Majapahit yang mendominasi Indonesia dua abad itu memang berpusat di Trowulan, dekat Mojokerto. Oleh sebab itu, banyak sekali temuan-temuan bersejarah, misalnya artefak koin hingga candi, ditemukan di Jawa Timur. Jangan salah, propinsi yang paling banyak memiliki candi (yang merupakan representasi agama Hindu/Syiwa-Buddha) adalah Jawa Timur. Kemudian disusul oleh Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Bali dan pulau Sumatera.

Keingintahuan mengenai sejarah Jawa Kuno membuat saya mengunduh banyak sekali artikel dari KITLV dan website lain. Artikel di KITLV, khususnya jurnal BKI atau Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde (Language, Country and Ethnography), yang memuat artikel tentang Jawa Kuno sebagian besar terbit antara 1900-sekarang. Jadi, sudah satu abad lebih, peneliti Belanda dan negara lain (Indonesia, Australia, Amerika, Jerman) menulis tentang Jawa Kuno. Beberapa nama tentu cukup terkenal untuk Jawa Kuno: Brandes, Naersen, Ras, Berg, Robson, Noorduyn, dan lainnya. Nama Indonesia yang muncul di KITLV untuk Jawa Kuno adalah Hoesein Djajadiningrat, Poerbatjaraka, Slametmuljana, Supomo, dan lainnya. Katanya Belanda mempunyai 26 ribu dokumen mengenai Indonesia. Entah berapa yang tentang Jawa Kuno.

Penjelajahan literatur mengenai Jawa Timur membawa seseorang merekonstruksi sejarah tanah kelahirannya sendiri. Hal ini memberikan dasar-dasar norma yang membentuk peradaban wilayah dan negerinya. Ia dibentuk oleh persona, gagasan, karya dan implementasi.

Seminggu ini saya terserap ke literatur mengenai Jawa Kuno. Sebagian mudah dipahami. Tapi sebagian lain, sangat sukar dicerna karena memerlukan pengetahuan dalam bahasa Kawi dan Belanda. Pemahaman saya belum lengkap, jadi sukar menulis secara terstruktur. Tetapi ada target lain sebenarnya: menulis tentang sejarah Jawa Kuno khususnya di Jawa Timur disertai data-data candi di Jawa Timur. Persona-persona di dalamnya harus dikupas tuntas, dibedakan mana yang benar-benar nyata dan mana yang khayalan. Di tengah keterbatasan bahasa sukar juga melakukannya. Tetapi hari masih pagi. Mudah-mudahan masih ada waktu untuk membaca, berpikir dan menulis tentang sejarah sendiri. Tidak oleh orang lain.

2 thoughts on “Jawa Kuno

  1. Wah… koyone arep mbalik nang Jowo dalam waktu dekat iki😀

    Ono opo Rif, koq moro2 tertarik nang sejarah? Adoh tenan nyebrangmu, soko penerbangan nang dongeng-dongeng kuno?

  2. Ha ha … mbalik ono wayahe Gung… Tertarik nang sejarah sakjane wis ket mbiyen. Dudu nyebrang, tapi diversifikasi pertanian hehe …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s