2013


2013 sudah dijalani. Katanya 13 kurang disukai. Banyak juga dongeng kenapa angka 13 itu identik dengan kesialan: Friday the 13th, The Last Supper (Jesus dan 12 apostles). Bahkan di Singapura, ketika menyewa apartemen, tidak ada yang namanya lantai 13. Angka itu diloncati. Tapi 13 itu unik. Ia bilangan prima yang dibicarakan dalam number theory. Aplikasinya tentu mereka yang menekuni kriptografi dan ilmu komputer yang lebih memahami.

Meski banyak kesan tentang 13 atau 2013, sebaiknya kita punya target. Apa yang membuat orang terus hidup adalah harapan. Meski kata Goenawan Mohamad, harapan itu tidak ada bedanya dengan putus asa, yaitu sama-sama ilusi, tapi setidaknya itu yang membuat orang terus bekerja, bumi terus berputar (Tuhan punya harapan bahwa orang masih layak hidup).

Eh, apa saja ya harapan tahun 2013?

  • Wisuda dan dapat kerja!
  • Menerbitkan buku (teknik atau humaniora)
  • Menulis paper di jurnal
  • Beli gitar acoustic electric atau semi-hollow body (mirip punya George Benson)
  • Berlibur ke luar Jepang bersama keluarga (jika masih di Jepang)
  • Menginisiasi scholarship/fellowship di kampung halaman

Mudah-mudahan tercapai.