Thailand (2)


Akhirnya, penerjemahan buku Journeys to Java by Siamese King (Imtip Pattajoti Suharto, 2012) selesai juga. Dua minggu yang lalu terjemahannya tidak sempurna, tapi seminggu kemudian udah mulai mendingan. Seperti dalam tulisan sebelumnya (Thailand), bentuk buku tentang Raja Siam ke Jawa itu sedang dipikirkan. Sulit sekali mencari bentuk buku yang enak dibaca, apalagi tentang kunjungan seseorang (bahkan seorang raja) yang perannya tidak signifikan bagi Indonesia. Raja Chulalongkorn sebenarnya adalah raja yang cukup berpengaruh di Siam (Thailand) pada akhir abad 19. Ia membawa Siam ke masa modernisasi, peradaban dan pem-Barat-an. Ia yang menghentikan secara berangsur-angsur perbudakan di Siam. Ia yang membuat Siam tetap merdeka berdaulat. Tapi, bahkan dengan citra atau imaji seperti itu saja gaungnya tidak terdengar di Indonesia, apalagi pengaruhnya. Ada sebuah pertanyaan dari Pak Djoko Suharto dalam suratnya: “Apa manfaat dari kunjungan Raja Siam ke Jawa bagi bangsa kita?” yang sekiranya dapat dijadikan judul (kata beliau). Sulit juga menjawabnya.

Baru pagi ini, setelah keluar dari ‘kamar ide’ (baca: toilet!), bentuk buku sudah kebayang. Intinya adalah: seseorang hanya tertarik dengan sesuatu yang berhubungan dengan dirinya. Kalaupun dulu sejumlah ilmuwan Barat mati-matian menerjemahkan atau menafsirkan Desawarnana atau Negarakrtama (Mpu Prapanca) itu tidak lain untuk banyak sebab: (i) duit riset dari pemerintah atau universitas dikucurkannya untuk topik-topik seperti itu, (ii) dapat dijadikan studi kasus untuk menguji kemampuan filologi seseorang, (iii) termotivasi oleh buku karangan Letnan-Jenderal Inggris Sir Stamford Raffles yaitu History of Java (1817), (iv) dan lain-lain. Semua berhubungan dengan dirinya, harga dirinya, kebanggan dan kejayaan (dirinya!). Jadi, menulis tentang perjalanan Raja Chulalongkorn ke Jawa harus mengupas tuntas tentang Indonesia, bukan tentang Raja Chulalongkorn.

Menulis sejarah itu susah ternyata. Apalagi tidak pernah ambil kuliah sejarah, sosiologi dan lain-lain yang berhubungan. Tapi di internet banyak juga tips-tips menulis sejarah. Yang paling menohok karena bermanfaat adalah dari Harvard University (A brief guide to writing the history paper) Link. Inti dari menulis sejarah adalah selection dan interpretation. Pilih topik, pilih periode yang paling signifikan. Interpretasi, artikan topik atau periode itu. Ambil esensinya. Orang tidak punya cukup umur untuk menulis tentang sejarah, karena saking banyaknya informasi. Tapi ambil topik yang paling menarik. Banyak lagi, info lainnya dalam artikel pendek itu. Sebagai hints!

Apa yang anda anggap menarik tentang Jawa pada tahun 1896-1901? Ingin tahu apa tentang Jawa pada jaman itu? Chulalongkorn mencatat hampir semua aspek. Tidak rinci, tapi ada.

Oiya, malam ini kiriman buku baru sudah tiba: A True Hero – King Chulalongkorn of Siam’s Visit to Singapore and Java in 1871. Buku yang dibeli online ini tidak lain adalah PhD thesis yang ditulis kawan baru bernama Dr Kannikar Sartraproong (kini bermukim di US). Bukunya merah, Jenderal!

kannikar

Skip and skim:

  • Di dalamnya tidak ada foto! Di luarnya aja (sampul) ada dua foto. Di dalamnya ada bahasa Inggris, Belanda, Thai dan Melayu tempo doeloe. Lucu kayaknya nih.
  • Chulalongkorn paling seneng pas datang ke Jawa – disambut habis sama Belanda. Alasannya, Belanda tidak ingin kehilangan muka sama Inggris waktu Chulalongkorn mengunjungi Singapura. Di Singapura, Chulalongkorn disambut habis juga soalnya. Belanda bingung mau menyambut Chulalongkorn: Raja Jawa ya bukan … Raja Belanda juga bukan … Raja negara Eropa juga bukan … sinten sampeyan?
  • Kayaknya buku Kannikar ini banyak info dari koran jaman dulu (sumber primer!) dari berbagai bahasa
  • Patung gajah di depan Museum Nasional Jakarta itu terbuat dari apa hayo? Masih kontroversi: Orang Thailand bilang itu logam dasar dicampur emas; orang Inggris bilang itu kuningan (campuran tembaga dan seng); orang Belanda bilang itu perunggu (campuran tembaga dan timah). Ahli metalurgi, ayo coba dites!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s