Puasa saat puanas!


Sudah beberapa kali sebenarnya nulis tentang puasa. Seperti biasa, pernyataan singkat perlu dibuat: puasa di Jepang dan di Indonesia sama saja, yaitu sama-sama gak boleh makan dan minum saat matahari bersinar🙂

Di Tokyo, puasa dimulai tanggal 10 Juli. Ini pas musim panas. Panasnya ora ilok! Siang hari, temperatur dapat mencapai 35 derajat Celcius, dengan kelembaban mencapai 50%. Bahasa Jawa yang paling pas adalah sumuk pol! Berteduh di bawah pohon tidak membantu. Kelembaban terlalu tinggi, jadi pasti keringatan. Angin tidak bertiup. Kalaupun bertiup, ia membawa kelembaban dan kesumukan dari tempat lain. Yang paling membantu adalah duduk tenang di ruangan ber-AC, dan tutup semua jendela. Kipas angin tidak ngaruh pokoknya. Kalau ke mana-mana mesti membawa handuk untuk menyeka keringat. Bukan sapu tangan atau tisu. Wajah-wajah wanita Jepang yang biasanya flawless dan bermake-up kini tampil polos. Kelihatan aslinya lah: nggilap dan tidak atraktif lagi. Selain itu, puasa di Tokyo juga panjang. Imsak jam 2:45, buka jam 19:00. Panjang banget lebih dari 16 jam! Kalau weekend, Olit biasanya ikut sahur. Siang jam 12 biasanya minta minum. Paling lama dia bertahan sampai jam 14:00. Buka biasanya kita makan kakigori alias es serut. Alat serut model kuno beli di toko, biar berasa di Indonesia. Di sini namanya jadi ice shaver, pencukur es🙂

IMG_0962

OK, selamat berpuasa!

One thought on “Puasa saat puanas!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s