Thesis Habibie


Sebenarnya terlalu awal untuk menulis tentang PhD thesis yang ditulis oleh B.J. Habibie. Alasannya, ngerti aja belum, eh ini malah nulis tentang thesis beliau. Tapi rasa terima kasih yang tak terhingga (infinite thanks!) harus diberikan kepada kawan-kawan di Jerman (Noni, Romi, Ismail, Riza).

Ceritanya, pada musim panas 2010, saya ke Budapest untuk lihat seminar komposit Eropa (European Conference on Composite Materials 14). Sebelumnya, sudah kontak-kontak dengan Noni dan Romi untuk mampir ke Jerman, tepatnya di Bremen. Mereka juga mengenalkan ke dua kenalan baru di RWTH Aachen yang punya akses ke perpustakaan. Tapi ternyata thesis B.J. Habibie masih ada di perpustakaan jurusan, belum sampai di perpustakaan pusat. Setelah mencari-cari perpustakaan Fakultät für Maschinenwesen (naik turun bukit), akhirnya dapat juga thesis-nya Pak Habibie.

Thesisnya tipis, hanya 55 halaman. Sampulnya berwarna biru keabu-abuan, mirip kertas manila. Di dalamnya, teks ditulis dengan mesin ketik, rumus-rumus ditulis tangan, grafik digambar dengan bolpoin. Tulisan rumus-rumusnya rapi. Thesis tersebut kemudian dipinjam, dan di-scan (sama Romi). Sebelum di-scan, ya difoto dulu, supaya ada kenang-kenangan. Judulnya: Beitrag zur Temperaturbeanspruchung der orthotropen Kragscheibe. PhD thesis ini ditulis pada 1965. Dengan bahasa Jerman yang terbatas (dan bantuan kamus tentunya – plus samar-samar mengingat kuliah Theory of Elasticity dari Prof. Mordechai Perl), judul thesis itu dapat diartikan kurang lebih sebagai berikut: Contribution to the thermal stresses of orthotropic plates (Kontribusi terhadap tegangan thermal pada pelat ortotropik). Di dalam buku Sulfikar Amir (The Technological State in Indonesia: The Co-constitution of High Technology and and Authoritarian Politics, Routledge, 2013), judul ini dibahasa-Inggriskan sebagai berikut: Contribution to the temperature demand for orthotopic collarflange, yang saya rasa kurang tepat.

Isi thesis ini kurang lebih adalah derivasi atau turunan matematik yang didasarkan pada teori thermoelastisitas (yang dipelopori Goodier, Stanford University – murid Timoshenko) untuk menghitung tegangan thermal pada sebuah pelat yang kekakuan dalam arah ortogonalnya berbeda. Teori ini dapat diaplikasikan untuk menghitung tegangan thermal pada sayap pesawat ketika memasuki rejim hipersonik, di mana efek temperatur jadi cukup signifikan. Teori ini dipecahkan secara numerik dengan menggunakan komputer. Tapi orang yang paling memahami thesis ini tentunya adalah Pak Habibie sendiri, dan dua promotornya (Prof. Dr.-Ing. Hans Ebner dan Prof. Dr.-Ing. Wilhelm Dettmering).

habibie-thesis

Model Habibie


Ini lanjutan postingan sebelumnya Mencari Fungsi, Hukum dan Faktor “H”. Perlu diulas kembali bahwa dalam Ensiklopedia Indonesia yang terbit pada 1980an B.J. Habibie disebut melahirkan “fungsi, hukum atau teori Habibie”. Generasi masa kini perlu mempelajari apakah teori-teori tersebut memang ada. Pencarian teori ini dapat memperdalam pemahaman (juga kebanggaan?) mengenai sejarah sains dan teknologi Indonesia, khususnya penerbangan.

Saya menemukan frasa “The Habibie Model” dalam dokumen AGARDograph No. 231 (Fatigue Design of Fighters – Guidelines for Obtaining and Maintaining Adequate Fatigue Performance of Tactical Aircraft). Model tersebut diulas secara singkat dalam Chapter 4 Calculation Methods for Fatigue Life and Crack Propagation, sebuah bab yang ditulis oleh Dr.-Ing. Walter Schütz dari Industrieanlagen-Betriebsgesellschaft di Ottobrunn, Jerman. Dokumen ini diterbitkan oleh AGARD atau Advisory Group for Aerospace Research and Development, North Atlantic Treaty Organization (NATO), pada Januari 1978.

Link:

http://ftp.rta.nato.int/public/PubFullText/AGARD/AG/AGARD-AG-231/AGARD-AG-231.pdf

Dokumen AGARD No. 231 ini berisi panduan untuk menghitung atau memprediksi kelelahan (fatigue) yang dialami pesawat militer. Kelelahan banyak dialami pesawat karena strukturnya mendapat beban yang berulang, baik ketika terbang maupun ada di darat. Model-model matematika diusulkan untuk membantu memprediksi kapan pesawat atau strukturnya mengalami kegagalan akibat beban lelah. Model ini memerlukan keberadaan retak (crack) sebagai awalan (precursor) kegagalan tersebut. Ruang lingkup model-model ini adalah retak yang berada di suatu logam yang banyak dipakai di pesawat (Al2024, Al7075 atau sejenisnya).

Dornier_Do_31_in_1968

Pesawat militer eksperimental Dornier Do 31 yang diproduksi Jerman Barat dengan menggunakan spesifikasi NATO

Dalam Bab 4 buku AGARD No. 231, bagian Methods to Calculate Fatigue Life in the Crack Propagation Period membahas mengenai metode untuk menghitung umur kelelahan dalam periode perambatan retak. Ada dua metode yang disarankan untuk dipakai, yaitu Persamaan Forman dan metode “rms” (root mean square). Ada juga metode-metode yang tengah dikembangkan saat itu (tahun 70an) yang mempunyai potensi besar karena mudah dipakai atau lebih akurat. Ada enam metode yang punya potensi besar, yaitu:

  • Model Willenborg
  • Model Wheeler
  • Model Forman Relatif
  • Model Habibie
  • Model Fuchs dan Nelson
  • Pengatupan Retak

Berikut terjemahan mengenai Model Habibie tersebut:

Model Habibie juga merupakan hipotesis akumulasi kerusakan relatif; model ini memerlukan data-data pengujian yang sebenarnya; jika dibandingkan dengan model Wheeler misalnya model Habibie secara cepat memperhitungkan efek perlambatan (retardation). Secara prinsip, model Habibie seharusnya lebih hebat dibandingkan model-model lainnya yang dibahas di sini. Akan tetapi, model Habibie lebih sulit ditangani dan memerlukan komputer besar. Model Habibie belum diperiksa secara luas dengan membandingkannya dengan hasil pengujian sehingga belum dapat disimpulkan secara pasti kehebatannya. Model Habibie pernah dibandingkan dengan hasil eksperimental (program) Schijve untuk 2024-T3 dan 7075-T6 (paduan aluminum) serta hasil eksperimental IABG untuk Ti6Al4V (paduan titanium). Dalam kedua program tersebut, skenario beban yang dialami sayap pesawat penumpang dipakai, dan banyak variasi seperti pemotongan, penghilangan pada tingkat beban maksimum dari g.t.a siklus juga diselidiki. Hasil prediksi dengan model Habibie cukup bagus. Tetapi, ketika skenario beban pesawat tempur dipakai, faktor perlambatan lain perlu dicari, dan hanya dapat diperoleh dengan eksperimen. Jadi, kita memerlukan pengalaman dan engineering judgement untuk dapat menerapkan model Habibie.

Model Habibie di atas diperoleh dari dua papernya:

Habibie, B.J. Eine Berechnungsmethode zum Voraussagen des Fortschritts von Rissen unter Beliebigen Belastungen und Vergleiche mil entsprechenden Versuchsergebnissen. Paper No. 71-111 at the Fourth Jahrestagung der DGLR, Bade-Baden, October 1971.

Habibie, B.J. Zur Theorie der Vorhersage des Fortschritts von Rissen bei komplexen Strukturen und ihre Anwendung. Paper J-342, Third Int. Congr. Fracture, Munich, April 1973.

Menulis Paper Ilmiah


Ini lanjutan dari postingan sebelumnya (Menulis) yang ditulis 3 tahun lalu. Setelah membaca postingan itu, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara menulis paper ilmiah. Apa langkah-langkahnya?

Sebenarnya ada banyak tips membuat tulisan dari internet, buku atau dosen. Setiap sumber punya versi sendiri, dan versi yang paling benar itu tidak ada. Seperti kata Sommerset Maugham, novelis Inggris – ketika ditanya bagaimana caranya menulis novel. Ia berkata:

Ada tiga aturan dalam menulis novel. Malangnya, tak ada seorangpun yang tahu apa itu.

Setelah berburu ke sana ke mari, akhirnya saya membuat prosedur sederhana bagaimana menulis paper ilmiah. Mudah-mudahan bermanfaat dan mudah diikuti.

  • Judul
    • Singkat, bermakna
    • Misal: Perilaku kelelahan komposit pada temperatur tinggi
  • Nama penulis
    • Nama lengkap
    • Afiliasi (departemen, universitas, institut)
    • Alamat
    • E-mail
    • Telepon/Fax
  • Abstrak/Sari (100-200 kata)
    • Beberapa kalimat yang menjelaskan riset yang anda lakukan (motivasi, metode), dan ringkasan hasil-hasil riset (hasil utama/major results dan simpulan).
    • Motivasi (mengapa anda melakukan studi/eksperimen/perhitungan/analisis itu? 1 kalimat)
    • Metode (1-2 kalimat)
    • Hasil utama (apa yang dapat dipelajari dari studi anda?1-2 kalimat)
    • Simpulan (1 kalimat)
  • Pendahuluan
    • Paragraf pertama (jelaskan bidang anda secara umum, perlahan-lahan mengerucut ke topik yang hendak diteliti)
    • Apa masalah yang hendak dipecahkan?
    • Mengapa masalah itu sangat menarik untuk dipecahkan?
    • Siapa saja peneliti yang sudah berusaha memecahkan? (studi literatur; kutip paper/buku yang relevan)
    • Apa yang mereka lakukan ketika berusaha memecahkan masalah? (deskripsikan metode dan hasil mereka secara singkat namun akurat)
    • Paragraf akhir (jelaskan secara singkat apa yang ingin anda ungkap? dengan metode apa?)
  • Metode
    • Paper eksperimen: bahan, dimensi, peralatan, prosedur/metodologi
    • Pemodelan: asumsi, persamaan dasar, pengembangan metode matematik
    • Komputasi: asumsi, model, software/code, prosedur
    • Jelaskan apa yang berbeda dari eksperimen/model/komputasi yang anda lakukan
    • Beri rincian secukupnya sehingga pembaca atau peneliti lain dapat mengulang (replicate) apa yang anda lakukan
    • Gambar harus sederhana, tapi bagus dan jelas. Ukuran font diusahakan sama; jika ada perbedaan, maksimum dua ukuran font aja!
  • Hasil
    • Berikan hasil-hasil yang utama (data eksperimen, hasil perhitungan, atau hasil pemodelan)
    • Jangan campurkan antara hasil dan diskusi (kecuali ruangan sangat terbatas; atau kesulitan memisahkan)
    • Gunakan kalimat aktif daripada pasif (pesan dapat tersampaikan lebih cepat dengan kalimat aktif)
    • Gambar grafik, bagan, flowchart, ilustrasi, skema untuk menjelaskan hasil harus simple tapi bagus!
    • Bandingkan hasil sekarang dengan hasil orang lain (metode lain)
  • Diskusi
    • Ambil prinsip-prinsip atau teori yang anda dapat dari hasil eksperimen, perhitungan dan pemodelan
    • Jelaskan hubungan antara satu aspek dengan aspek lain (jika begini maka begitu)
    • Buat generalisasi dan keterbatasan temuan-temuan anda
    • Efek dari suatu parameter terhadap parameter kunci
    • Jelaskan mengapa fenomena demikian dapat terjadi
    • Bagaimana keterkaitan antara temuan anda dengan temuan orang lain
  • Simpulan
    • Ambil kesimpulan poin-per-poin hasil yang utama saja, dan efek dari poin tersebut
    • Apakah temuan anda menjawab hipotesis anda?
    • Apakah implikasi dari temuan-temuan atau perhitungan anda?
    • Jelaskan kembali keterbatasan eksperimen/analisis anda
    • Buat rekomendasi untuk riset selanjutnya (apa-apa yang belum tercapai saat ini)
  • Ucapan terima kasih
    • Tulis terima kasih kepada pihak yang membantu riset anda (dana dari institusi mana, orang yang membantu pekerjaan anda, baik berupa bantuan alat, training, dikusi langsung maupun lewat email) – jadilah peneliti yang tahu berterima kasih (good karma!)
  • Referensi
    • Tulis referensi yang relevan dan benar-benar cocok
    • Format penulisan referensi harus sesuai dengan jurnal yang anda tuju (jangan semaunya)
    • Tips: kadang-kadang perlu juga men-cite paper dari profesor/peneliti yang berpotensi menjadi reviewer anda (siapa sih yang gak mau dikutip hasil pekerjaannya?) ^_^

Tips UMUM menulis jurnal international:

Pertama, kita harus berhasil meyakinkan diri sendiri (sebelum meyakinkan orang lain) bahwa kita punya kesimpulan yang meyakinkan dari hasil penelitian kita. Kedua, jika kita sudah yakin dengan hasil-hasil riset, tuliskan hasil penelitian dengan bahasa Inggris yang baik, yang sempurna tanpa kesalahan ketik. Ketiga, gambar harus bagus dan indah, tapi bermakna. Keempat, pastikan bahwa setelah seseorang membaca paper anda, ia akan mendapat pencerahan, pengetahuan baru atau ide untuk meneruskan penelitian anda.

Cover


Masuk tanggal 28 Februari, hari terakhir bulan ini. Payday … no more mayday! Yay!

Selain itu, wajah thesis akhirnya berubah drastis dari Word ke LaTex setelah satu bulan penuh memprogram. “Everyone should learn how to program,” kata mendiang Steve Jobs. Untuk apa? Katanya untuk memperkuat logika. Kalau logika sudah kuat, terus kenapa? Segala tindakan lebih masuk akal, wajar, tidak emosional. Katanya sih. Tapi selalu ada hal yang subtil. Misalnya, agar semuanya terduga. Karena dalam hati kecilnya, setiap manusia membenci ketidakterdugaan. Orang benci dikageti!

Read More

LaTeX


LaTeX adalah word processor (pengolah kata, pembuat dokumen) mirip Microsoft Word. LaTeX lebih cocok digunakan untuk membuat dokumen yang panjang, bukan yang pendek. Dengan begitu, keampuhan LaTeX dapat ditampilkan. LaTeX juga lebih dapat menampilkan kecanggihannya ketika kita menulis scientific document. latexLogo

Kelebihan dan Kekurangan LaTeX (versus MS Word!)

Apa kelebihan LaTeX  (dibandingkan dengan MS Word)? Banyak, tapi proses mempelajarinya perlu kesabaran ekstra dan sedikit kegemaran melihat-lihat script/computer code. Perintah-perintahnya telanjang semua. Seperti membandingkan antara melihat antarmuka website http://www.detik.com dengan melakukan klik-kanan di website tersebut, dan pilih “View Page Source”. Interface detik dot com enak dilihat dan dibaca, tetapi begitu melihat “source” nya waduh jadi amburadul penuh skrip tidak jelas. Nah kira-kira mirip itu perbandingannya. Tapi itu agak ekstrim kayaknya.

Kelebihan LaTeX:

  • Hasil tampilan dokumennya profesional sekali! Mirip buku teks!
  • Ketika kita ngetik, kita tidak peduli tampilan dan layout. Layout nanti diatur oleh file utama (misal: main.tex).
  • LaTeX itu free of charge, alias gratis! Kalau MS Word kita harus beli softwarenya.
  • Rumus-rumus matematika dapat diatur dengan mudah, tetapi proses membuat rumus memang painstaking!
  • Cocok untuk programmer atau orang-orang yang suka program
  • Tidak pernah crash (adanya error karena salah memasukkan command atau karena software tidak updated)
  • File-nya relatif kecil
  • Font-nya indah!
  • Tutorial dan command untuk symbol banyak tersedia di internet

Kekurangan LaTeX:

  • Ya itu tadi: perlu kesabaran dan ketekunan karena memang tidak user-friendly seperti MS Word
  • Kalau dokumennya pendek, jangan memakai LaTeX. Itu artinya berlebihan. LaTeX cocok untuk menulis thesis, tugas akhir, buku yang penuh simbol matematika atau skrip perintah dan lainnya.
  • Mesti hafal command/perintah supaya cepat mengetiknya. Tapi dengan berjalannya waktu orang akan familiar dengan perintah-perintahnya.

Contoh perbandingan hasil LaTeX dan MS Word dalam menulis limit:

MS Word

eq_word

LaTeX

eq_latex

atau menulis permulaan bab:

MS Word

msword

LaTeX

latex

Ada bedanya gak? >> lebih lebar ya … ??

***

Cara Instalasi LaTeX (thanks to Verdi)

Pertama, ada dua software yang dapat di-install di PC:

Selanjutnya, silakan run dua software itu – tanpa banyak cing cong dan dalam sekejap, anda bisa buka software WinShell untuk memulai ber-LaTeX ria.

Manual dan panduan lainnya

Kemudian ada sejumlah tutorial yang tersebar di internet. Yang cukup bagus untuk pemula adalah “‘The not-so-short introduction to latex in 141 minutes”. PDF (dan latex-nya) ada di sini >> http://www.ctan.org/tex-archive/info/lshort/english/

Kalau sudah mulai lancar, dan ingin bikin macam-macam, silakan download PDF berikut:

Tapi jika masih kesusahan menulis pakai LaTeX, jangan kuatir. Ada software online yang patut dicoba.

https://www.writelatex.com/

Dengan writelatex, seseorang dapat lebih mudah memasukkan teks ke dalam template yang sudah disediakan. Writelatex dapat juga digunakan untuk sarana latihan.

 

 

International Book Week


Ada yang menulis status di Facebook: “It’s the International Book week. The rules are: grab the book closest to you, turn to page 52 and find the 5th sentence and post it here. Don’t mention the title. Copy the rules as part of your status.”

Saya tergerak untuk melakukannya juga. Mengambil buku yang ada di dekat kita, membuka halaman 52, mencari kalimat ke-5 di halaman itu, dan menuliskannya di sini. Jangan menuliskan judul. Karena, seperti kebanyakan orang, saya juga menyukai buku (meskipun kesempatan membaca buku kesukaan jadi sangat terbatas akhir-akhir ini). Harusnya ini diposting di Facebook, tapi sepertinya lebih cocok diposting di blog aja. Karena saya mau break the rules 🙂

Ini yang saya dapat dari buku terdekat di meja:

Out of the three primary techniques of liquid moulding, two of the processes (RFI and SCRIMP) do not require specialised injection equipment to introduce the resin into the preform.

Kecelakaan Pesawat MA-60 (1)


Pada 7 Mei 2011, pesawat MA-60 buatan Xi’an Aircraft Industrial Corporation (China) terbang dari Sorong menuju Kaimana, Papua Barat. Pesawat yang dioperasikan Merpati Nusantara dengan nomor penerbangan MZ8968 ini membawa total 25 penumpang (2 pilot, 2 pramugari, 2 teknisi, 16 penumpang dewasa, 1 anak dan 2 bayi). Pesawat lepas landas pada pukul 12:50, dan mengudara di ketinggian sekitar 15500 kaki.

Pesawat MA-60 buatan China dioperasikan Merpati Nusantara sejak 2010

Pada pukul 13:25, pesawat MZ8968 berkomunikasi dengan petugas Kaimana AFIS (Aerodrome Flight Information Service). Petugas mengatakan bahwa cuaca di Kaimana hujan, sehingga jarak pandangnya hanya 3 sampai 8 km. Awan sebagian berbentuk cumulonimbus dengan ketinggian dasar awan 1500 kaki. Angin berhembus dari barat daya dengan kecepatan 3 mil/jam, dan suhu di darat adalah 29 derajat Celcius.

Karena bandara Kaimana tidak dilengkapi prosedur pendaratan menggunakan instrument, maka pendaratan harus berpedoman kepada Visual Flight Rule (aturan terbang visual). VFR menyatakan bahwa jarak pandang yang baik ialah 5 km, dan VFR minimum ceiling adalah 1000 kaki.

Kaimana airstrip di Papua Barat

Kaimana airstrip dilihat dari cockpit

Pada pukul 13:42, pesawat MZ8968 turun dan mendekati bandara. Ia berjarak 7 mil dari Bandara Kaimana, dan melewati ketinggian 8000 kaki. Bandara Kaimana masih hujan, sehingga pesawat memutuskan terbang ke selatan bandara. Tiga menit kemudian, pesawat mengatakan ia berada 15 mil di selatan bandara pada ketinggian 5000 kaki. Pesawat masih menunggu cuaca membaik. Namun, bandara masih hujan, jarak pandang hanya 2 km saat itu.

Pukul 13:50, AFIS kehilangan kontak dengan pesawat…

Pesawat MZ8968 itu jatuh di laut, kira-kira 800 meter arah tenggara ujung Landasan 01 (500 meter dari pantai). Ketika diangkat dari laut, pesawat dalam keadaan hancur, dan 25 penumpang dinyatakan tewas. Evakuasi jenazah tuntas pada 11 Mei. Sebelumnya, dua kotak hitam (black box) yaitu Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) dapat diangkat dari laut masing-masing pada 9 Mei dan 10 Mei.

Salut kepada tim gabungan BASARNAS, Polisi, TNI, masyarakat Kaimana dam CII (Conservation International Indonesia) Kaimana.

***

Komisi Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) bekerja keras menyelidiki peristiwa nahas ini.

Sebelas hari kemudian, pada 18 Mei, dengan cepat KNKT merilis surat resmi pertama yang berisi ulasan singkat tentang kecelakaan. Surat ini berjudul Laporan Awal Kecelakaan Pesawat Udara (Nomor: KNKT/001/9/V/REK.KU/2011). Yang terpenting, surat ini berisi rekomendasi kepada tiga pihak, yaitu PT Merpati Nusantara, Dirjen Perhubungan Udara dan Dirjen Perhubungan Udara (Direktorat Bandara).

“Rekomendasi Segera” kepada:

PT Merpati Nusantara Airlines: “Menjamin pelaksanaan penerbangan visual untuk dilaksanakan sesuai dengan ketentuan VFR, dan melaksanakan pelatihan terhadap Crew MA-60 di simulator dengan penekanan materi pada CRM dalam menghadapi cuaca buruk”

Dirjen Perhubungan Udara: “Memonitor pelaksanaan rekomendasi segera pada butir A di atas, untuk dilaksanakan dengan seksama oleh jajaran operasi PT Merpati Nusantara Airlines”.

Direktorat Bandara: “Mereview ketentuan penggunaan fasilitas/perlengkapan bandara terutama lampu landasan untuk dapat meningkatkan keselamatan operasi penerbangan terutama pada saat jarak pandang terbatas”.

Anda dapat membaca surat resmi ini di website Dephub. Link:

Click to access KNKT_001_9_V_REK.KU_11.pdf

***

Ada beberapa kejanggalan dalam laporan tersebut.

Kejanggalan #1

Pada halaman 3, ditulis:

Untuk investigasi, FDR dibaca oleh Investigator KNKT di fasilitas pembuat FDR di China. Dari pembacaan FDR diharapkandapat diperoleh data mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kecepatan pesawat, arah, sikap/posisi, ketinggian, daya mesin, kedudukan bidang-bidang kemudi, percepatan/perlambatan dan lain-lain.Sedangkan pembacaan CVR (buatan Honeywell) telah dilaksanakan di laboratorium KNKT di Jakarta dan diperoleh rekaman pembicaraan berdurasi 2 jam berisi suara yang terekam dari ruang kemudi dengan kualitas baik.

 Jadi, hanya CVR yang sudah dibaca; sedangkan KNKT masih mengharapkan (menunggu?) hasil pembacaan FDR. Padahal, di bagian bawahnya ditulis:

Pada investigasi data FDR dan CVR tidak terdeteksi adanya kelainan fungsi-fungsi sistem pesawat udara.

 Kejanggalan #2

 … Fasilitas/perlengkapan bandara terutama lampu landasan yang disediakan oleh salah satu operator penerbangan dan dipergunakan khusus untuk operator tersebut.

Apakah ini berarti jika lampu landasan untuk memandu pendaratan di bandara dipasang oleh maskapai lain (selain Merpati) lampu tidak akan dinyalakan untuk Merpati?

Selamat bekerja Tim KNKT!

***

Video

MA-60 Accidents in Indonesia

Three accidents involving China-made Merpati Nusantara Airlines MA60 airplanes have happened since 2010. Below is the list of those accidents based on tempointeraktif.com data:

July 14, 2010

A Merpati MA 60 airplane was scheduled to fly from Selaparang, Mataram to Denpasar, but it was canceled due to short circuit in the cabin.  No casualties.

Feb. 19, 2011

A Merpati MA 60 aircraft skidded off the runway at El Tari Kupang airport. All passengers and crew members survived the incident.

May 7, 2011

A Merpati MA 60 airplane crashed off the sea near Kaimana airport, West Papua.

Thanks to Mukhlason for the prudent reading.