Jepang: Surga Terakhir bagi Perokok


Le Japon: le dernier paradis des fumeurs?

Le Monde, 1994

Majalah Perancis pernah beretorika 16 tahun lalu: “Jepang: surga terakhir bagi perokok?” Sekarang, ia barangkali masih relevan. Harga satu pak rokok isi 20 batang di Jepang ‘cuma’ 300 yen: setengah dari harga rokok di Singapura, lebih murah juga dari harga bento. Selain relatif murah (jika dibandingkan dengan negara maju lainnya), membelinya pun mudah. Rokok dapat dibeli di mesin penjual (vending machine) yang jumlahnya setengah juta di Jepang. Hampir setiap blok ada mesin penjual – surga ‘vending machine’ juga sepertinya! Read More

Islam di Jepang


Auto RSS feed from https://ari3f.wordpress.com

Kata ‘agama’ di Jepang bermakna Buddha, Shinto atau Kristen. Buddha dan Shinto sudah ada sejak 15 abad lampau. Tradisi Buddha dan Shinto mempengaruhi pelbagai perayaan di tera (shrine) dan jinja (kuil). Kristen masuk pada abad 16 dan natal juga menjadi perayaan di sini.

Meski kebebasan agama dijamin oleh hukum, hanya 60% dari 127 juta orang Jepang yang mengaku beragama. Itu pun tidak fanatik.

Informasi tentang Islam di Jepang sangat minim, jika tidak dikatakan nihil. Islam barangkali terikat dengan wilayah atau kultur. Bagi orang Jepang, ‘Islam’ identik dengan “Arab, jilbab, sorban, padang pasir, Ka’bah atau poligami”. Read More