“Indonesia” di Cornell


Saya belum pernah ke Cornell, tapi orang-orang Cornell rajin ke Indonesia selama lebih dari 40 tahun. Mereka, seperti James Siegel dan Ben Anderson, datang ke Indonesia untuk mencatat. Mereka lalu mempublikasikan temuan-temuannya dalam jurnal. Yang mereka catat adalah cerita seseorang, perkembangan pemikiran, keunikan budaya, kekacauan politik dan lainnya. Hampir semua aspek politik, budaya dan sosial di-potret oleh kacamata ilmuwan. Di sini, peralatan sosiologi mesti telah dikuasai dan pemakaian bahasa yang rapi dan sistematis adalah keharusan. Mencatat suatu kejadian atau fakta dalam bahasa Indonesia memerlukan keterampilan sendiri, karena bahasa ini dibentuk oleh Melayu (yang diperbarui) dan absorbsi pelbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Belanda dan Sanskrit.

Catatan dalam bentuk jurnal itu dapat ditemukan di sini: INDONESIA

Melanjutkan tulisan saya Indonesianis beberapa waktu lalu saya menduga dua hal mengenai para Indonesianis kita ini: (ijinkan saya meminjam kutipan dari buku Orientalism – Edward Said) bahwa

The East is a carrier

They cannot represent themselves, they must be represented

Dunia timur menjanjikan karir di dunia akademis barat dan mereka sadar bahwa orang Indonesia kurang mampu menceritakan dirinya, jadi mesti dibantu dalam penceritaan. Benarkah? Entahlah…

Advertisements

Wisata ke Finite Element Method


Finite element method (FEM) atau metode elemen hingga adalah salah satu metode numerik yang paling banyak dipakai di dunia teknik, misalnya sipil, mesin, penerbangan, mikroelektronik, bioengineering, material. FEM juga ilmu yang banyak diajarkan di dunia akademik dan industri. Usianya lebih dari 40 tahun, dan hingga kini masih tetap dipakai, bahkan makin mantap (established). FEM berusaha memecahkan persamaan diferensial parsial dan persamaan integrasi lainnya yang dihasilkan dari hasil diskritisasi benda kontinum. Meski solusinya hanya berupa pendekatan saja, metode ini cukup ampuh memecahkan pelbagai persoalan struktur yang kompleks dalam analisis mekanika benda padat (solid mechanics) dan perpindahan panas (heat transfer). Umumnya matematikawan mencari closed-form solution (rumus jadi) untuk suatu kasus fisika. Namun karena mentok mereka kemudian memanfaatkan FEM untuk memecahkan suatu kasus.

 

Model elemen hingga pesawat

Saat ini, banyak sekali perangkat lunak FEM yang tersedia dengan berbagai mutu dan kemudahan. Software ini biasanya ramah-pengguna (user-friendly) tapi sayangnya tidak murah. Contoh dari software FEM adalah MSC.NASTRAN, ABAQUS, ANSYS, LSDYNA, dan lainnya. Pengguna software FEM kemudian terbiasa melihat GUI (graphic user interface) di mana suatu benda didiskritisasi menjadi puluhan bahkan ratusan ribu elemen. Istilah baru kemudian muncul yaitu finite element modeling, karena pengguna hanya memodelkan fisik suatu benda dengan elemen-elemen kecil, mendefinisikan sifat-sifat material, memberikan kondisi batas dan pembebanan, menjalankan software. Ini yg dinamakan pre-processing. Fase processing dijalankan secara otomatis oleh software FEM. Fase post-processing biasanya lebih sulit karena pengguna diharapkan bisa menginterpretasi hasil, menganalisis angka dan fisik yang dihasilkan dan melakukan trouble-shooting jika hasilnya kurang memuaskan. Ada yg bilang FEM software ini G-I-G-O alias garbage-in-garbage-out. Dan ini benar! Apa saja yang kita masukkan ke dalam software tentu akan menghasilkan sesuatu, entah itu berupa angka atau berupa error message. Untuk mengatasi ini, pengguna diharapkan sudah memahami formulasi, jenis elemen, kelebihan dan kelemahan suatu metode sebelum menggunakan FEM software.

Buku-buku mengenai FEM sangat banyak di dunia ini, mulai dari yang hanya pengantar hingga yang pendekatannya sangat matematis atau aplikatif. Karena biasanya pengguna software tidak terlalu membutuhkan penurunan formula-formulanya, maka pilihlah buku yang judulnya kata “modeling” atau pemodelan. Dan, pilihlah yang paling relevan dengan kasus yang kita kerjakan. Buku yang cukup baik dalam memberikan pengantar komprehensif namun tidak menjerat pembaca dalam penurunan yang bertele-tele adalah “Concepts and Applications of Finite Element Analysis” oleh Cook, Malkus & Plesha. Buku lain seperti karangan KJ Bathe atau Zienkiewicz juga bagus. Pengantar FEM yang bisa di-download dengan gratis:

 http://www.colorado.edu/engineering/CAS/courses.d/IFEM.d/Home.html

Jika berminat membaca paper-paper karangan “dewa” finite element Ted Belytschko, download di sini:

http://www.tam.northwestern.edu/tb/TBPublications.htm