Jepang: Surga Terakhir bagi Perokok


Le Japon: le dernier paradis des fumeurs?

Le Monde, 1994

Majalah Perancis pernah beretorika 16 tahun lalu: “Jepang: surga terakhir bagi perokok?” Sekarang, ia barangkali masih relevan. Harga satu pak rokok isi 20 batang di Jepang ‘cuma’ 300 yen: setengah dari harga rokok di Singapura, lebih murah juga dari harga bento. Selain relatif murah (jika dibandingkan dengan negara maju lainnya), membelinya pun mudah. Rokok dapat dibeli di mesin penjual (vending machine) yang jumlahnya setengah juta di Jepang. Hampir setiap blok ada mesin penjual – surga ‘vending machine’ juga sepertinya! Continue reading

Advertisements

Naoto Kan dan Blue Samurai


Auto RSS feed from https://ari3f.wordpress.com

Seorang lelaki membotaki rambutnya. Ia lalu memakai pakaian peziarah yang khas: hakui (pakaian putih), wagesa (selendang berwarna ungu), sugegasa (topi anyaman bambu) dan kongoutsue (tongkat kayu). Lelaki itu lalu menuju ke selatan, ke sebuah pulau bernama Shikoku. Di pulau inilah dia memulai Hachijuhakkasyo Meguri, sebuah perjalanan spiritual ke 88 kuil. Perjalanan ini ditempuh selama 6 minggu dan sejauh 1200 km. Continue reading

Mundurnya PM Hatoyama


Auto RSS feed from https://ari3f.wordpress.com

Even the strongest have their moments of fatigue

– Friedrich Nietzsche, filosof Jerman (1844 – 1900)

Tanggal 2 Juni 2010, Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama mengundurkan diri. Ia menjadi perdana menteri keempat yang berkuasa kurang dari setahun. Ia mewarisi nasib tiga PM sebelumnya: Shinzo Abe (2006 – 2007), Yasuo Fukuda (2007 – 2008) dan Taro Aso (2008 – 2009). Abe turun karena skandal keuangan dan masalah kesehatan; Fukuda turun karena tekanan partai oposisi; Aso turun karena tak mampu memperbaiki ekonomi Jepang. Continue reading