Hari Valentine


Tomorrow will be my second Valentine’s Day in the United States. As I’ve discovered, the celebration here bears little resemblance to the one I know from growing up in Saudi Arabia. Yes, there are dates. But in Saudi Arabia, we eat them. – Rajaa Alsanea, Chicago

Saya suka sekali quote di atas😀

Di AS, atau negeri yang ter-Barat-kan (westernized), hari Valentine atau kasih sayang identik dengan memberikan bunga untuk kekasih, antri di restoran untuk makan malam dan berkencan. “Teman kencan” alias “date” adalah pre-requisite. Namun, “date” juga berarti buah kurma. Tak hanya di Arab; di negeri yang tak memiliki gurun pun kita temukan kurma. Dan, kita memakannya.

Di dalam bus dan di jalanan, saya temukan para remaja mendekap seikat bunga yang dilindungi plastik. Tanggal 13 – 14 Februari itu, Singapura merayakan Valentine’s day, meski tak sesemarak tahun baru Cina. Ada yang bertanya pada saya: apa rencana kamu malam ini untuk hari Valentine? Saya jawab: tak ada, paling cuma makan malam di rumah, karena 14 Feb adalah ulang tahun saya. Alisnya terangkat, setengah tak percaya: bagaimana mungkin kamu lahir tepat 14 Februari?? Lalu saya merogoh dompet, mengeluarkan kartu identitas, dan menunjuk tanggal lahir: percayakah kamu sekarang? Dia mengangguk, lalu menyalami saya🙂

Ada juga yang bertanya: bagaimana bisa lahir pas hari Valentine? Saya sendiri bingung mau jawab apa. Biasanya saya jawab singkat: ayah-ibu membuat saya kira-kira pada bulan April 1977.

Mau mencoba juga? Rencanakan sekarang.

3 thoughts on “Hari Valentine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s