Jepang

Tentang Jepang

Budaya Jepang | Japanese Culture

Organisasi/Institusi Indonesia di Jepang

Liburan | Holiday

English Bookshop in Japan

The Blue Parrot Bookshop (highly recommended!)
URL: www.blueparrottokyo.com
Tel: 03-3202-3671
Station: Takadanobaba (JR, metro exit 6)
Hours: Mon-Sun 11:00-21:30

Good Day Books (good collection, but no comment for the owner)
URL: www.gooddaybooks.com
Tel: 03-5421-0957
Station: Ebisu (JR, metro exit 1)
Hours: Mon-Sat 11:00-20:00/Sun, holidays 11:00-18:00

Junkudo (Ikebukuro)
URL: www.junkudo.co.jp
Tel: 03-5956-6111
Station: Ikebukuro (JR)
Hours: Mon-Sun 10:00-22:00

Aoyama Book Center (Aoyama)
URL: www.aoyamabc.co.jp
Tel: 03-5485-5511
Station: Omotesando (metro exit B2)
Hours: Mon-Sat 10:00-22:00
Closed: Sun, holidays

ABC Outlet Roppongi (2nd floor of Aoyama Book Center Roppongi)
URL: www.aoyamabc.co.jp
Tel: 03-3479-0479
Station: Roppongi (metro)
Hours: Mon-Sat, holidays 10:00-5:00/Sun 10:00-22:00

Junkudo (Shinjuku)
URL: www.junkudo.co.jp
Tel: 03-5363-1300
Station: Shinjuku (JR east exit)
Hours: Mon-Sun 11:00-21:00

Kinokuniya (Main Store)
URL: www.kinokuniya.co.jp
Tel: 03-3354-0131
Station: Shinjuku (JR, metro), Shinjuku-Sanchome (metro)
Hours: Mon-Sun 10:00-21:00

Kinokuniya (Takashimaya Times Square Building)
URL: www.kinokuniya.co.jp
Tel: 03-5361-3301
Station: Shinjuku (JR, metro)
Hours: Mon-Fri, Sun 10:00-20:00/Thurs 10:00-20:30

Logos Shibuya
URL: www.libro.jp/web/logos
Tel: 03-3496-7362
Station: Shibuya (JR, metro)
Hours: Mon-Sun 10:00-21:00

Maruzen (Marunouchi)
URL: http://mis.maruzen.co.jp/home/tenpo/maruhon.html
Tel: 03-5288-8881
Station: Tokyo (JR, metro)
Hours: Mon-Sun 9:00-21:00

Maruzen (Nihonbashi)
URL: www.maruzen.co.jp/home/tenpo/nihonbashi.html
Tel: 03-6214-2001
Station: Nihonbashi (metro)
Hours: Mon-Sun 9:30-20:30

Shibuya Tower Records
URL: www.towerrecords.jp
Tel: 03-3496-3661
Station: Shibuya (JR, metro)
Hours: Mon-Sun 10:00-23:00
Closed: 4 days of the year, call to confirm

Tokyo Random Walk
URL: www.bookshop.co.jp
Tel: 03-5545-4593
Station: Akasaka-Mitsuke (metro Sanno exit)
Hours: Mon-Fri 11:00-22:00/Sat, Sun, holidays 11:00-20:00

Aviation/Aerospace Museum

Living in Japan

Halal Shops

Travel

Bank

Bahasa Jepang

Mengapa belajar bahasa Jepang? Alasan pertama adalah orang Jepang tidak pandai bahasa selain Jepang. Daripada memaksa 127 juta orang berbahasa Indonesia/Inggris, mendingan kita saja yang belajar bahasa Jepang ^_^ Kreasi-kreasi menarik di Jepang, seperti komik, teknologi, seni, makanan, kebudayaan dan teknologi disebarkan dalam bahasa Jepang. Dengan sedikit menguasai bahasa Jepang, kita bisa memahami tingkah laku, kehidupan dan pencapaian Jepang yang cukup pesat dalam setengah abad.

Waktu kelas 3 SD saya hafal lagu Kokoro No Tomo (Teman dalam Hatimu); tanpa memahami artinya. Setelah agak besar, tahunya hanya arigato atau konnichiwa, yang artinya terima kasih dan halo. Karena pengetahuan Nihon-go yang mendekati nol tersebut, maka sebelum ke Jepang, saya belajar dari buku Speak Japanese Today karangan Taeko Kamiya. Buku ini bermanfaat sekali karena memberikan mengajarkan percakapan sederhana sehingga kosakata kita bisa mencapai hampir 500 (dalam 3 bulan). Ilustrasinya begini:

  • 1 Okt 2009 – Belanja ke supermarket Sanwa, dan saya siap membayar di kasir. Di telinga saya kasirnya bilang ini “Hajajejo poto kekeo bla bla bla bla bla” – Gila, apa tuh artinya!!!
  • 1 Des 2009 – Belanja ke supermaket Sanwa lagi, dan saya siap membayar di kasir. Di telinga saya kasirnya bilang ini “Pointo kado ga arimaska?” Artinya: anda punya kartu diskon/point Sanwa?

Ini artinya otak sudah terisi kosakata dan tatabahasa Jepang yang sederhana. Dan, kita jadi tahu bagaimana menjawabnya. Seringnya saya bilang pointo kado wa arimasen, artinya: gak punya (lha wong kartunya dipegang master of the house sekarang ini). Kalau kita bisa berinteraksi sederhana seperti itu, ini awal berinteraksi dengan kebudayaan baru. Jadi, bahasa adalah jendela dunia. Tidak hanya Microsoft saja “jendela”-nya dunia ^_^

Namun, buku Nona Kamiya ini hanya mengajarkan berbicara saja. Nah, untuk melatih hiragana/katakana, intonasi Jepang dan “real & interactive” Japanese language, saya mengikuti kelas Nihon-go Level-1 di Minami Osawa. Di kelas ini, gurunya bernama Nishigori sensei. Beliau orangnya lucu, ramah dan mengajarnya jelas. Tapi kelas ini tidaklah cukup karena hanya 1.5 jam dan dilakukan seminggu sekali. Jadi untuk menambah pengetahuan, saya kadang membuka website berikut:

Kuliah di Jepang

Program Master

Untuk dapat diterima kuliah di Jepang, persyaratan akademik harus memenuhi syarat. Misal: ijazah, transkrip nilai, surat rekomendasi, formulir pendaftaran, riwayat kesehatan (medical checkup), kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Jepang. Persyaratan lainnya, bila ada, ditentukan oleh universitas masing-masing.

Kuliah di Jepang untuk level master (S2) barangkali harus memahami bahasa Jepang lebih komprehensif dibanding level S3. Ini dikarenakan level S2 kadang perlu mengambil kuliah dengan medium bahasa Jepang. Untuk level S3, bahasa Jepang dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari saja, bukan kehidupan riset. Tapi beberapa universitas yang punya kerjasama internasional membuka kelas yang berbahasa Inggris. Khusus universitas ini, biasanya syarat TOEFL minimum adalah 500 (paper-based). Di samping ikut kuliah yang berbahasa Inggris, mahasiswa akan mengikuti ujian dan kemampuan menulis juga harus baik. Ada kalanya mahasiswa diminta membuat laporan ilmiah atau thesis, jadi selain kemampuan menulis, juga kemampuan berpikir sistematis dan meneliti subjek yang spesifik.

Program Doktor

Selain memenuhi persyaratan akademik, untuk bisa masuk program doktor di Jepang, biasanya (mungkin tidak semuanya), seorang calon mahasiswa sudah memiliki gelar master atau ekuivalen. Di samping itu, riwayat penelitian calon mahasiswa juga menentukan apakah ia dapat diterima atau tidak, misal dari jumlah publikasi dan relevansi bidang penelitian antara mahasiswa dengan calon supervisor.

Surat rekomendasinya juga harus meyakinkan. Jepang agak tradisional dibanding univ di negara Barat. Di Jepang, “kata-kata” bekas bos atau pembimbing sangat dipercaya. Ini rule-of-thumb: jika supervisor waktu studi master sangat merekomendasikan anda, ada kalanya wawancara atau ujian lisan ini sekedar formalitas. Namun, semua berpulang kepada saingan anda dan seberapa baik performa anda ketika wawancara.

Jepang menghargai kerja keras: achievement atau karya selama kerja dan kuliah sangat menentukan; Jepang mencari mahasiswa yang mau bekerja keras, belajar dan menghasilkan sesuatu; kepandaian semata tidaklah cukup, karena dalam riset doktoral yang diperlukan adalah ide baru, keberanian mencoba, ketajaman intuisi, kemampuan analitis, komunikasi, sikap heresy (tidak ortodok), teliti.

Jika anda diminta menulis proposal penelitian, tulislah proposal riset sebaik-baiknya, singkat tidak lebih dari dua halaman. Jelaskan mengapa riset perlu dilakukan, sampai di manakah status riset itu sekarang, apa yang perlu dikembangkan, bagaimana kira-kira solusinya atau pendekatan yang dipakai. Yang terpenting, jangan sampai memilih topik yang bakal terselesaikan dalam 10 tahun. Ini tidak masuk akal. Pilih yang bisa diselesaikan 3 tahun. Karena beasiswa Jepang rata-rata diberikan 3-4 tahun saja. Supaya mudah, pelajar track record calon pembimbing anda. Dia telah melakukan riset apa saja, sampai dimana riset-risetnya. Pendekatan apa yang dia sukai. Kemudian cocokkan dengan minat anda. Kalau kurang cocok, kompromi sedikit.

Karena S3 adalah ‘investasi’ jangka panjang, maka pilihlah topik yang sangat menarik bagi anda, bagi profesor dan bagi dunia. Bagi anda: supaya anda bersemangat ketika memecahkan persoalannya. Bagi profesor: supaya dia juga turut berpartisipasi, suportif dan memberikan nasihat bermanfaat. Bagi dunia: kelak setelah anda lulus, ilmunya harus terpakai (tidak hanya cukup mengajar alias memindahkan buku ke papan tulis), bisa terus post-doc di institusi besar, atau menjadi profesor.

Sebelum “pasti” diterima di suatu univ, jaringlah kesempatan sebanyak-banyaknya. Ini menghindari kebingungan karena tidak diterima. Tapi bingunglah karena banyak yang menerima anda 🙂

Link belajar di Jepang

Beasiswa ke Jepang

Beasiswa pemerintah Jepang bagi pelajar Indonesia yang paling terkenal adalah Monbukagakusho atau Monbusho. Karena terkenal itulah Monbusho jadi sangat kompetitif. Ada banyak program beasiswa lain seperti AUNSEED-Net (untuk dosen/peneliti bidang teknik), dan beasiswa lokal di universitas masing-masing.

Download daftar beasiswa di Jepang

Contoh persyaratan mendapatkan beasiswa Monbusho

  • Born on and after April 2, 1976
  • IPK minimum of 3.0 from last college level
  • TOEFL-PBT-TOEFL minimum 550 or CBT minimum 213 or a minimum TOEFL-IBT 79 or equivalent, or the value of Japanese Language Proficiency Test level 2 minimum
  • Choose the same field of study with the previous disciplines
  • Are willing to learn Japanese language
  • Physically and spiritually healthy
  • Applicants must read and understand the attachment description carefully.